Turnament Makin Banyak, Tim Esport Juga Harus Berbenah

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 23 Sep 2018 14:23 WIB
gamesesport
Turnament Makin Banyak, Tim Esport Juga Harus Berbenah
Ilustrasi. (Helena Kristiansson).

Jakarta: Berkaca dari kompetisi esport yang digelar perusahaan besar seperti Kratingdaeng lewat Kratingdaeng IEC 2018, semakin banyak perusahaan besar yang berani terjun ke industri esport.

Ketua Asosiasi Esport Indonesia (IeSPA) Eddy Lim juga merakasan hal tersebut. Menurutnya perusahaan-perusahaan besar bukan hanya ikut dalam tren, tapi mulai melek dengan esport sebagai industri.

"Iya kita melihat bahwa perusahaan besar mulai menyadari market esport yang besar dan memberikan mereka jangkauan untuk menyentuh kalangan milenial sebagai target produk atau jasa layanan mereka," ungkap Eddy.

Kepada Medcom.id lewat telepon, Eddy mengaku justru terbantu dengan dukungan perusahaan besar untuk serius menggarap industri esport dengan memberikan beragam dukungan dan kesempatan.

Eddy melihat kini pertumbuhan esport tidak hanya terfokus di kota besar. Menurutnya, banyak bakat atlet esport baru yang hadir di kota-kota kecil, karena turnamen yang digelar perusahaan besar juga mulai menyentuh kota yang tidak hanya di sekitar Jakarta.

"Esport semakin menunjukkan tren positif. Banyak atlet dan tim esport baru bermunculan dengan bakat barunya, Tentunya ada persayaratan yang harus semakin diperhatikan bagi tim esport yang baru muncul saat ini," ucap Eddy.

Eddy menjelaskan bahwa tim esport yang baru saat ini harus berbenah tidak hanya mengumpulkan bakat terbaik, tapi menciptakan struktur. Misalnya dari manajer, tim media sosial, pelatih, dan lain-lain.

Dia mencontohkan bahwa tim esport juga sama seperti tim sepak bola. Ada manajer yang mengatur aktivitas mereka baik saat bertanding maupun dalam acara tertentu yang dihadiri. Pelatih atau coach harus memberikan jadwal dan agenda latihan yang jelas.

"Bukan sekadar berlatih dalam jangka waktu lama tapi menemukan bagian mana yang perlu ditingkatkan, jangan hanya bermain dan menang sebanyak mungkin. Tim media sosial juga bisa membantu mempopulerkan mereka sehingga menarik perhatian untuk pihak-pihak yang ingin memberikan sponsor atau dukungan," beber Eddy.

Penjelasan Eddy memang logis, mengingat esport kini sudah menjadi industri dan lahan bisnis. Sebuah tim esport sudah sepatutnya mempersiapkan tim mereka untuk bisa menang dan terus membesarkan tim mereka.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

21 hours Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.