Orangtua di Amerika Rela Bayar Guru Les Game Fortnite

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 02 Aug 2018 08:14 WIB
Orangtua di Amerika Rela Bayar Guru Les Game Fortnite
Game Fortnite dianggap sebagai obsesi baru di kalangan remaja Amerika Serikat. (New York Post)

Jakarta: Battle Royale menjadi salah satu genre game yang tengah populer dengan Fortnite dan PUBG (PlayerUnknown's Battlegrounds) sebagai pengusung dua genre ini.

Dikutip dari New York Post, ada orangtua yang rela mencari guru les atau pelatih serta membayar mahal untuk anaknya agar mampu memainkan game tersebut.

Amerika Serikat memang dikenal sebagai salah stau pasar terbesar Fortnite garapan Epic Games, sehingga game tersebut semacam game wajib sehari-hari di kalangan anak muda.

Ally Hick salah satu orangtua di Amerika Serikat yang sudah menggunakan jasa guru les atau tutor game Fortnite. Dia menyebutkan bahwa anaknya yang berusia 10 tahun sudah mendapatkan les intensif sebanyak empat jam per minggu untuk anaknya menjadi ahli dalam game tersebut.

"Anda tidak boleh cuma bisa memainkan game Fortnite, tapi juga harus menguasainya dengan baik. Bayangkan, anak itu mendapatkan tekanan semacam ini dari lingkungan sekolahnya," ungkapnya.

Orang tua yang lain, Nick Mennen mengaku anaknya yang berusia 12 tahun kesulitan meningkatkan kemenangan di game Fortnite dari 10 kali menjadi 20 kali.

Para orangtua di Amerika Serikat menggunakan jasa guru les game Fortnite untuk anaknya rata-rata rela membayar USD20 atau setara Rp289 ribu per jam untuk sesi les game Fortnite.

Melihat fakta ini, tidak mengherankan apabila PUBG tampak tidak begitu populer di Amerika Serikat, apabila dibandingkan di Asia khususnya untuk game mereka yang hadir dengan versi mobile di smartphone.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.