Review Game

Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory Keren, Tapi...

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 04 Mar 2018 19:05 WIB
gamessonyreview game indonesiaplaystationbandai namco
Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory Keren, Tapi...
Ilustrasi: PSU.com

Jakarta: Bandai Namco menjadi penerbit game satu-satunya yang selalu bersemangat mengadopsi karya animasi dan komik Jepang ke dalam game. Hal ini tidak mengherankan, sebab mereka juga merupakan salah satu produsen mainan ternama.

Digimon merupakan satu franchise yang cukup banyak mendapatkan adaptasi game. Seri terbarunya kali ini yang menyasar PlayStation 4 dan PlayStation Vita adalah Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory. Jika Anda mengikuti setiap serinya, pasti menyadari ada kemiripan nama dengan Digimon Story: Cyber Sleuth.

Memang benar, ini adalah sekuel dari game tersebut yang meluncur dua tahun silam. Seperti apa kisah dan gaya permainannya? Berikut ulasan Medcom.id.

Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory memang penerus seri sebelumnya dengan judul yang mirip. Masih mengambil latar kisah di Jepang modern, game ini menawarkan cerita baru yang membuka peristiwa berikutnya yang melibatkan kelompok hacker bernama Hudie. Namun, sejak awal Anda dengan nama Keisuke bukanlah hacker.



Anda bergabung dengan Hudie karena akun dunia virtual EDEN dicuri hacker lain, dan Anda menjadi kambing hitam atas masalah lainya akibat pencurian tersebut. Keisuke bergabung dengan Hudie demi mencari pelaku dan merebut kembali akun pribadinya.

Anda yang belum pernah memainkan seri pendahulunya bisa melihat ulasan kami dalam artikel ini.

Jepang memang selalu menjadi latar tempat yang cocok untuk game. Bukan hanya sekali atau dua kali kota Tokyo menjadi lokasi berbagai peristiwa. Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory mengambil lokasi yang mirip. Anda akan bertualang ke sekitar Shibuya, Nakano, sampai Shinjuku.

Meskipun aksesnya sangat terbatas, game ini mencoba tidak membuat pemain bingung saat mengerjakan misi. Interaksi dengan karakter lainnya juga akan seangat terbatas, tetapi sedikit pemandangan kota yang sangat modern dan cerah membuat saya cukup menyukainya. Hampir semua NPC yang muncul tidak punya peran penting dalam misi. Dengan kata lain, mereka ada demi memberikan kesan lingkungan yang lebih hidup.



Kelemahannya, nuansa lingkungan yang sangat mirip membuat harapan Anda untuk menjelajah dunia yang baru berkurang. NPC yang muncul juga hampir tidak ada yang baru. Anda masih akan bertemu beberapa tokoh dari seri lama, yang sebenarnya tidak begitu perlu muncul. Game ini semestinya bisa menawarkan beberapa penambahan lokasi permainan dan karaker yang belum pernah muncul. Ini akan membuat rasa penasaran pemain berkurang.

Kekurangan berikutnya adalah banyaknya karakter dari seri sebelumnya membuat Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory sangat bergantung pada seri lama. Padahal, Bandai Namco memproyeksikan game ini terpisah, tidak terpaku terhadap cerita lama. Oleh karena itu, jalan ceritanya akan sedikit membingungkan pemain baru. Mereka mungkin harus melihat cerita secara keseluruhan dari game terdahulunya.

Pertarungan dalam Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory masih sama. Setiap digimon melancarkan serangan secara bergantian. Sebagai pemain, Anda bisa saja menggunakan item untuk memulihkan HP atau meningkatkan daya serang. Tidak harus berurutan, musuh bisa saja punya kesempatan menyerang lebih banyak jika salah satu statusnya, Speed, punya nilai yang lebih tinggi.



Untungnya, tingkat kesulitan yang ditawarkan termasuk rendah, mengingat esensi dari game digimon selama ini adalah cerita yang sangat kuat. Anda bisa saja mengalahkan musuh lebih cepat, termasuk boss, dengan mengaktifkan serangan combo hingga tiga digimon sekaligus. Memahami elemen dan jenis digimon lawan juga bisa meningkatkan persentase Anda menang.

Membicarakan game Digimon tentunya harus membahas jumlah digimon yang muncul. Sangat banyak, Anda bisa menciptakan digimon favorit dengan evolusi pada jalur yang tepat. Setiap evolusi dalam satu kelas digimon biasanya menyediakan lebih dari satu pilihan. Untuk mendapatkan digimon yang cukup spesial, ada beberapa status digimon yang harus diraih dengan cara yang tidak sebentar.

Contohnya, Greymon harus menurunkan evolusinya sebelum bisa berevolusi tepat ke Metal Greymon. Dengan kata lain, ia harus berubah kembali menjadi Agumon dan kembali mengumpulkan experience point. Memang memerlukan waktu, tetapi digimon dengan evolusi tepat bisa menjadi satu kebanggaan tersendiri untuk pemainnya, terutama setelah menonton semua serial animasi Digimon yang pernah dirilis.

Anda juga bisa menciptakan banyak digimon dan mengumpulkannya di sawah virtual. Ini akan membantu Anda mencari evolusi digimon tercepat dan terkuat. Tentunya, Anda harus seringkali memantau sawah digital ini, dan memberikan perhatian khusus. Ada juga beberapa digimon baru yang tidak kalah unik, seperti Lunamon.

Kesimpulan
Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker’s Memory adalah seri terpisah yang tidak sepenuhnya terpisah. Pihak developer mencoba menghadirkan cerita baru untuk gamer bukan penggemar franchise Digimon.

Namun, beberapa aspek justru membuat pemain harus mencari informasi mengenai apa yang telah terjadi pada seri sebelumnya. Hal itu masih harus dilakukan meskipun sudah ada penjelasan dalam beberapa chapter. Terlepas dari hal itu, game ini layak untuk dimainkan, baik penggemar berat Digimon atau yang baru punya konsol atau PC dan penasaran bermain Digimon.
 
 
7.5
Digimon Story: Cyber Sleuth - Hacker's Memory
Plus
  • Cerita tetap asik
  • Jumlah Digimon semakin banyak
  • Sudut pandang karakter sederhana tetapi menarik
Minus
  • Kurang lokasi permainan yang baru
  • Masih bergantung seri sebelumnya



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.