Valve akan Sensor Game Visual Novel Dewasa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 20 May 2018 13:20 WIB
games
Valve akan Sensor Game Visual Novel Dewasa
Ilustrasi.

Jakarta: Valve belum lama ini memberikan peringatan pada developer visual novel terkait konten dewasa dalam game, menurut beberapa studio game yang mendapatkan peringatan tersebut. 

Melalui Twitter, developer yang membuat game Mutiny!! dan HuniePop -- keduanya mengandung ketelanjangan eksplisit -- mengatakan bahwa game-game yang mereka buat dihapus dari Steam untuk sementara, sampai proses penyensoran selesai. 

"Saya mendapat email dari Valve yang menyebutkan bahwa HuniePop melanggar peraturan konten pornografi di Steam dan akan dihapus dari toko sampai konten pornografi tersebut dihapuskan dari game," kata HunieDev, developer di balik HuniePop, di Twitter. 

Menurut Polygon, HuniePop masih tersedia di Steam Store. Selain itu, tidak ada peringatan yang menyebutkan bahwa game itu terancam akan dihapus. 

"Kami baru saja mendapatkan kabar buruk bahwa @steam_games memutuskan untuk menghapus game kami berjudul "Mutiny!!" dalam waktu dua minggu karena 'laporan adanya konten pornografi'," kata Lupiesoft, studio yang membuat Mutiny!!.

Mereka lalu menjelaskan bahwa mereka telah berdiskusi dengan Valve terkait konten dewasa seperti ketelanjangan. 

Masih belum diketahui bagaimana Steam menentukan konten yang pantas untuk ditampilkan di layanannya, mengingat developer dari game besar dengan konten dewasa -- seperti The Witcher 3 atau Grand Theft Auto 5 -- tidak pernah mendapatkan peringatan. 

Setelah berdiskusi dengan Valve, baik Lupiesoft dan HunieDev mengatakan bahwa mereka mendapatkan pernyataan dari Valve, meminta maaf karena membuat mereka bingung. Mereka juga menyebutkan bahwa game mereka tidak lagi terancam dihapus. Namun, game-game buatan mereka masih akan dievaluasi oleh Valve. 

Game visual novel dewasa telah ada di Steam sejak lama, ketika HuniePop diluncurkan pada 2015. Valve juga tidak memberikan penjelasan mengapa peraturan mereka berubah. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.