Disney Ingin Cari Pengganti EA untuk Game Star Wars Berikutnya?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 21 Feb 2018 14:17 WIB
games
Disney Ingin Cari Pengganti EA untuk Game Star Wars Berikutnya?
Adegan dalam gameplay Star Wars Battlefront.

Jakarta: Sebagian dari Anda mungkin setuju bahwa game dua game Star Wars Battlefront tampak tidak bisa sejajar dengan game serupa seperti Battlefield 1.

Beredar rumor bahwa Disney dan LucasFilm sebagai pemiliki lisensi Star Wars ingin mencari publisher game lain untuk game Star Wars selanjutnya. Artinya, Electronic Arts (EA) terancam tidak akan menggarap game Star Wars selanjutnya.

Rumor ini pertama kali dilaporkan oleh Cinelinx. Disebutkan Disney dan LucasFilm tengah melakukan pembicaraan dengan dua publisher game yang belum diketahui identitasnya untuk menggarap game Star Wars selanjutnya. Spekulasi yang beredar menyebut bahwa mereka juga menjajaki Ubisoft.

Padahal, di tahun 2017 developer bernama Visceral di bawah naungan EA tengah mengerjakan calon game Star Wars terbaru dengan kode "Project Ragtag". Sayangnya, di penghujung 2017 developer tersebut justru ditutup EA.

Alhasil di tahun 2018 belum ada kabar atau rencana game Star Wars yang terbaru yang akan dirilis. Awalny a,"Project Ragtag" dirumorkan akan memadukan Star Wars dengan gaya permainan game Uncharted.

Menilik catatan perjalanan dari dua game Star Wars Battlefront yang sudah dirilis EA, sebetulnya tidak mengherankan apabila Disney dan LucasFilm kecewa. Star Wars Battlefront hanya hadir dalam mode multiplayer. Absennya mode singleplayer rupanya dikritik keras oleh gamer.

Kemudian, di Star Wars Battlefront II membuat industri game heboh dengan kehadiran mode loot box yang oleh sebagian gamer maupun pemerintah di berbagai negara menganggap mode ini tidak ada bedannya dengan perjudian.

Star Wars sendiri saat ini sedang menguasai beragam jenis industri komersial, terutama industri film. Oleh sebab itu, sangat disayangkan apabila Disney dan LucasFilm tidak berhasil membawa kejayaan Star Wars di dunia game mengingat penggemarnya yang sangat banyak.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.