Inggris: Loot Box Bukan Judi

Riandanu Madi Utomo    •    Sabtu, 25 Nov 2017 15:59 WIB
games
Inggris: Loot Box Bukan Judi
Lootbox tidak diklasifikasikan sebagai judi oleh pemerintah Inggris

Jakarta: Permasalahan yang ditimbulkan oleh sistem loot box semakin meluas.

Setelah Belgia menetapkan sistem loot box di Star Wars Battlefront II dan Overwatch sebagai bentuk perjudian, negara lain seperti Belanda, Australia, dan Amerika Serikat menjadi ikut memeriksa sistem tersebut. Belakangan Inggris juga melakukan investigasi.

Berbeda dengan mayoritas, pemerintah Inggris mengatakan loot box tidak masuk ke ranah perjudian.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Executive Director untuk UK Gambling Commission, Tim Miller. Kepada PC GAMER, Miller memastikan loot box tidak masuk ke dalam ranah rjudi jika dilihat dari undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah Inggris.

"Yang kami lakukan adalah memeriksa sistem tersebut dan mengkajinya menggunakan undang-undang yang sudah ditetapkan di Inggris," ujar Miller.

Meski demikian, kemungkinan juga bisa terjadi jika parlemen Inggris memutuskan untuk mengklasifikasikan loot box sebagai bagian kegiatan judi dan mengubah undang-undang. Sekali lagi Miller mengatakan hal tersebut adalah hak parlemen, bukan UK Gambling Commission yang dipimpinnya.

"Melegalkan dan memutuskannya untuk tidak dikategorikan sebagai bagian dari judi merupakan keputusan parlemen. Tugas kami hanya mengkaji sistem tersebut berdasarkan peraturan yang ada saat ini. Peraturan tersebut juga bisa berubah," lanjut Miller.

Setelah gelombang protes oleh pemain Battlefront II, sistem lootbox menjadi perhatian banyak pihak. Beberapa negara, terutama negara-negara di Eropa khawatir sistem tersebut mengandung unsur judi sehingga berbahaya untuk pemain di bawah usia dewasa.


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

1 week Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.