Vivendi Menyerah, Tencent Langsung Beli Saham Ubisoft

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 21 Mar 2018 23:49 WIB
ubisoft
Vivendi Menyerah, Tencent Langsung Beli Saham Ubisoft
Ubisoft.

Jakarta: Raksasa media Prancis Vivendi menjual kepemilikan saham atas Ubisoft yang diperoleh sejak tahun 2016, yakni sebesar 27,7 persen. 

Ini menjadi kemenangan bagi Ubisoft yang selama ini tidak pernah setuju dengan rencana Vivendi untuk mengakuisisi mereka. Seperti yang sudah diberitakan, Vivendi baru bisa disebut sebagai pemilik Ubisoft jika telah memiliki 30 persen sahamnya.

Artinya, perjuangan Ubisoft selama ini yang mencari investor lain termasuk pemerintah negaranya Kanada untuk menambah nilai kepemilikan saham bisa dibilang berhasil.

Vivendi disebutkan akan melepas sekitar 30,4 juta lembar sahamnya di Ubisoft dengan nilai USD81 (Rp1,1 juta) per lembar. Meskipun kehilangan investor, Ubisoft justru mendapatkan dua investor pengganti.

Dikabarkan PC GAMER, organisasi Ontario Teacher's Pension Plan yang mengurus administrasi uang pensiun pengajar sekolah di negara bagian Ontario telah membeli saham 3,8 juta lembar dari Vivendi.

Investor kedua adalah raksasa internet Tiongkok Tencent, yang telah membeli 5,6 juta lembar saham Ubisoft.  

Tencent sendiri merupakan perusahaan yang memperoleh pendapatannya dalam porsi besar dari industri game. PUBG adalah salah satu game populer yang lisensinya dipegang Tencent, sehingga game tersebut bisa masuk ke pasar Tiongkok.

Jumlah saham yang dimiliki Tencent tidak akan membuat perusahaan tersebut berhak masuk ke dalam jajaran direksi Ubisoft. Tencent setuju dengan kesepakatan Ubisoft untuk tidak menambah kepemilikan sahamnya selama jangka waktu tertentu.

Mundurnya Vivendi dari kepemilikan saham di Ubisoft juga berarti menyetujui perjanjian bahwa Vivendi tidak akan lagi membeli saham di Ubisoft untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

Langkah Tencent membeli saham Ubisoft juga dinilai bisa membuka Ubisoft untuk memasok game mereka ke pasar Tiongkok, mengingat tidak semua game bisa masuk ke Tiongkok tanpa izin pemerintah.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.