Pemain Profesional Overwatch akan Dapatkan Rp666 Juta Per Tahun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 27 Jul 2017 17:37 WIB
gamesesport
Pemain Profesional Overwatch akan Dapatkan Rp666 Juta Per Tahun
Ilustrasi. (Jessica Conditt / Engadget)

Metrotvnews.com: Activision Blizzard akan menggarap turnamen e-sport Overwatch dengan serius. Overwatch League akan dimulai tahun depan dan ia akan mengubah dunia e-sport. Dalam liga tersebut, akan terdapat tim merepresentasikan sebuah kota di seluruh dunia. Selain itu, Blizzard juga ingin agar para gamer profesional dilindungi, dengan cara memastikan mereka mendapatkan gaji tetap dan berbagai keuntungan lain. 

Para pemain dalam Overwatch League akan mendapatkan setidaknya USD50 ribu (Rp666 juta) per tahun dan akan dijamin mendapatkan kontrak selama satu tahun dengan tim mereka. Selain itu, para pemain juga akan mendapatkan asuransi kesehatan dan rencana penisun.

Tidak berhenti sampai di situ, setidaknya 50 persen bonus yang didapatkan oleh sebuah tim dalam turnamen harus diberikan langsung pada pemain, lapor Engadget. Jumlah hadiah yang diperebutkan oleh para tim juga tidak kecil. Dalam musim pertama tahun depan, para tim akan memperebutkan total hadiah senilai USD3,5 juta (Rp46,6 miliar) dengan tim pemenang mendapatkan setidaknya USD1 juta (Rp13,3 miliar). 

Saat ini, ada 7 tim Overwatch League yang keberadaannya telah dikonfirmasi. Ketujuh tim tersebut menjadi representasi dari Boston, New York, Los Angeles, Miami-Orlando, San Francisco, Shanghai dan Seoul. Ke depan, akan muncul tim lain yang merepresentasikan kota-kota lain.

Namun, sampai saat ini, tidak ada pemain yang sudah dipastikan akan menjadi bagian dari salah satu tim ini. Setiap pemain Overwatch yang mumpuni memiliki kesempatan untuk menjadi pemain profesional. Dengan begitu, ada kemungkinan muncul sekumpulan gamer profesional baru. 

Penandatanganan kontrak pertama untuk Overwatch League adalah pada 1 Agustus hingga 30 Oktober. Semua tim akan dapat menegoisasikan kontrak dengan pemain selam periode ini. "Sistem pemilihan pemain ini hanya berlaku untuk musim pertama," ujar Blizzard. "Di musim yang akan datang, proses pendaftaran pemain sebelum musim dimulai akan disesuaikan dengan kebutuhan liga, para tim, para pemain dan para fans."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.