Rakuten akan Terjun ke Pasar Game Mobile

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 18 Nov 2016 15:00 WIB
rakuten
Rakuten akan Terjun ke Pasar Game Mobile
Rakuten akan buat divisi khusus untuk game mobile

Metrotvnews.com: Perusahaan e-commerce Rakuten dilaporkan akan mulai melakukan ekspansi ke ranah game mobile. Menurut Wall Street Journal, perusahaan e-commerce asal Jepang tersebut terinspirasi oleh kesuksesan berbagai game mobile termasuk Pokemon Go, dan akan mendirikan divisi game khusus. 

Rakuten tidak sendiri. Mereka akan menggandeng Blackstorm Labs, sebuah stratup asal Amerika Serikat yang baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar USD33,5 juta (Rp449,4 miliar), termasuk dari Rakuten.

Blackstorm Labs nantinya bertugas untuk membuat sebuah platform yang bisa digunakan Rakuten atau pihak ketiga lainnya untuk mempublikasikan game yang bisa dinikmati langsung melalui browser, aplikasi chatting, dan lain-lain.

Blackstorm Labs memang memiliki reputasi sebagai pengembang platform agar sebuah aplikasi mobile bisa dipublikasikan di tempat lain selain marketplace resmi seperti App Store atau Play Store. Melalui platform tersebut, developer juga bisa menghadirkan aplikasinya di web atau di dalam aplikasi lain seperti aplikasi chatting.

Usaha ekspansi Rakuten kali ini juga akan berfokus pada pasar Jepang terlebih dulu. Selain telah dikuasai oleh Rakuten, pasar Jepang juga merupakan pasar game mobile yang paling menjanjikan dengan jumlah pengguna yang sangat banyak.

Rakuten sendiri juga telah memiliki tempat untuk mempublikasikan game miliknya. Dua tahun lalu, Rakuten telah mengakuisisi Viber, yaitu aplikasi penyedia layanan chatting seharga USD900 juta (Rp12 triliun). Tahun lalu, Viber sempat memperkenalkan sebuah game sosial yang bisa dimainkan melalui aplikasi chatting miliknya.

Setelah hengkang dari pasar Indonesia pada tanggal 29 Maret 2016, Rakuten dilaporkan melakukan restrukturisasi besar-besaran. CEO Rakuten, Hiroshi Mikitani, mengumumkan fokus baru Rakuten hingga tahun 2020 adalah di bidang aplikasi chatting melalui Viber, layanan video streaming melalui Viki, dan pengembangan aset di bidang e-commerce.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.