Review Game

Fallen Legion Seru, Tapi...

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 21 Mar 2018 17:19 WIB
gamesreview game indonesia
Fallen Legion Seru, Tapi...
Fallen Legion untuk PC, PS4, dan Xbox One

Jakarta: Medcom.id selama ini mengulas game AAA yang pada umumnya menyajikan berbagai kelebihan, seperti kualitas visual, gameplay, dan cerita. Game ini kebanyakan digarap oleh studio ternama. Sebenarnya, ada banyak game indie yang punya kualitas tidak kalah bagusnya dengan game AAA, salah satunya adalah Fallen Legion.

Ini adalah game buatan studio YummyYummyTummy, yang dalam pengembangannya juga menggandeng studio game asal Indonesia, Mintsphere. Fallen Legion sudah hadir untuk PC, Xbox One, dan PS4, disusul untuk Nintendo Switch pada bulan Mei mendatang. Fallen Legion yang kami jajal kali ini adalah versi PC.

Fallen Legion pada dasarnya merupakan versi terbaru yang telah dilengkapi dua konten tambahan. Mengusung konsep RPG, game ini mengisahkan dua pemimpin kerajaan dengan jalan cerita masing-masing. Memilih karakter yang manapun nantinya akan memiliki cerita yang saling berhubungan.

Dikisahkan terjadinya pergolakan setelah sang raja meninggal. Raja sebelumnya memiliki buku yang bisa bicara dan mengklaim dirinya mampu memberikan kebijaksanaan. Sayangnya, apa yang terjadi adalah pemberontakan dan penindasan rakyat. Kedua karakter ini akan berjuang mengembalikan kejayaan dengan caranya sendiri.



Konsep RPG dalam Fallen Legion sangat kental dengan pengaruh Jepang. Anda bisa melihatnya dari gaya permainan yang fokus pada percakapan. Karakter yang Anda gunakan akan berinteraksi dengan banyak NPC, hanya saja pengenalan setiap karakter hampir tidak terlihat. Saya butuh waktu tambahan untuk mengetahui karakter mana dengan peran apa. Pengenalan cerita di awal permainan terkesan tidak lengkap, hanya fokus pada kondisi kerajaan, bukan karakter yang akan bertualang.

Selain itu, cerita terkesan memiliki rentang waktu yang sangat singkat. Saya beberapa kali menemukan beberapa adegan yang tidak terasa berhubungan dengan cerita. Ini sebenarnya kurang cocok untuk pemain baru yang sama sekali tidak mengenal dunia Fallen Legion.

Tidak banyak yang bisa dilakukan, pemain hanya perlu mengikuti cerita melalui percakapan dan berjalan ke setiap titik tujuan, sampai akhirnya bertarung. Unsur JRPG juga terlihat pada sistem pertarungan. Fallen Legion mengambil konsep turn-based, yang meminta pemain menyerang dan bertahan secara bergantian. Pada awalnya, saya langsung teringat dengan game klasik PlayStation, Valkyrie Profile.

Pihak pengembang rupanya menanamkan satu mekanisme unik yang membuat pertarungan tidak terlalu kaku. Setiap karakter dalam anggota party punya attack bar yang akan terisi selama beberapa waktu. Dengan begitu, pemain bisa melancarkan serangan secara bergantian, sampai mampu menciptakan combo yang apik. Menangkis serangan dengan momentum yang tepat akan membuat musuh kehilangan pertahanan.





Anda sebagai pemimpin tidak bisa turun langsung menyerang lawan. Untuk mengeluarkan jurus, anggota party harus berhasil melancarkan serangan sampai attack bar pemain penuh. Gaya semacam ini cukup menantang, karena saya dituntut untuk menyerang sambil bertahan dalam waktu yang sama. Masalahnya, pemain tidak bisa menyerang secara cepat, walaupun kemampuan karakter telah mendukung. Beberapa kali perintah serangan saya untuk karakter tidak masuk, sehingga saya kecolongan musuh dan mendapatkan damage.

Untuk visual, Fallen Legion tidak menawarkan sesuatu yang istimewa. Grafis animasi yang dipakai cukup menarik, seperti game platformer yang mendapatkan pengembangan lebih jauh. Satu kekurangan yang saya lihat adanya stuttering walaupun telah mengaktifkan V-Sync. Pengaturan visual memang tidak perlu kompleks mengingat game ini juga tidak memilik animasi kelas berat.

Kesimpulan
Saya cukup suka dengan Fallen Legion. Game ini menawarkan keunikan tersendiri, melalui gameplay yang tidak kompleks dan sistem pertarungan yang seru. Selain itu, harganya juga tidak terlalu mahal. Anda bisa mendapatkannya dengan dana kurang dari Rp200 ribu. Beberapa kekurangan yang saya sebutkan tadi mungkin tidak akan terlalu berpengaruh untuk mereka yang lebih menyukai unsur cerita game RPG ketimbang aksi pertarungan.

Platform: PlayStation 4, Xbox One, PC
Developer: YummyYummyTummy
Publisher: YummyYummyTummy
Tanggal Rilis: 6 Januari 2018
Genre: Action-RPG
 
 
7
Fallen Legion
Plus
  • Gameplay turn-based seru
  • Tampilan animasi menarik
Minus
  • Latar belakang cerita kurang lengkap
  • Optimalisasi visual
  • Perintah serangan seringkali tak masuk

 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.