Anaknya Dituntut Gara-Gara Cheat di Fornite, Ibu Gugat Balik Epic Games

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 28 Nov 2017 12:23 WIB
games
Anaknya Dituntut Gara-Gara Cheat di Fornite, Ibu Gugat Balik Epic Games
Epic Games dituntut balik oleh ibu yang anaknya sedang bermasalah karena menggunakan cheat di Fornite (gambar: istimewa)

Jakarta: Seorang ibu dari anak berusia 14 tahun telah menggugat developer game Fornite yaitu Epic Games. Alasannya, Epic Games telah resmi menuntut anaknya yang masih berada di bawah umur dewasa.

Meski demikian, Epic memiliki alasan yang kuat untuk menuntut anak tersebut. Ia telah terbukti menggunakan program cheat ilegal ketika bermain Fornite sambil siaran langsung.

Menurut ibu anak tersebut, pihak Fornite tidak bisa menuntut anaknya karena cheat yang digunakan berada di situs publik yang bisa dilihat oleh siapa saja.

Selain itu, Epic menggunakan alasan kerugian materiil dalam kasus kali ini, padahal mode battle royale di Fornite bisa dimainkan secara gratis. Menurut PC GAMER, Epic juga memiliki alasan yang kuat untuk menuntut anak tersebut.

Dalam gugatannya, Epic mengatakan anak tersebut telah melanggar syarat dan ketentuan bermain yang sudah ditetapkan di dalam game Fortnite. Bagian yang dilanggar adalah melakukan modifikasi sehingga merusak sistem di dalam game.

Selain anak tersebut, pihak Epic juga ikut menuntut beberapa gamer lainnya dengan alasan yang sama. Langkah itu merupakan bagian dari program Epic Games untuk memberantas para pemain curang atau cheater di Fortnite.

Belum ada tanggapan resmi dari Epic Games mengenai gugatan kali ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.