Main Sambil Belajar, Ubisoft Rilis Konten Edukasi Assssin's Creed Origins

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 21 Feb 2018 20:01 WIB
gamesubisoftassassin creed
Main Sambil Belajar, Ubisoft Rilis Konten Edukasi Assssin's Creed Origins
Ubisoft menghadirkan konten Assassin's Creed Origins untuk yang berisi materi edukasi tentang Mesir Kuno dan bukan misi jalan cerita dari tokoh Assassin di dalamnya.

Jakarta: Bagi sebagian penggemar setia franchise Assassin's Creed pasti sempat menikmati game tersebut untuk tidak melakukan misi atau menghabisi musuh di dalam game tersebut, melainkan hanya berjalan-jalan menikmati lansekap di dalam game.

Hal ini juga ingin ditampilkan dari mode DLC terbaru dari game Assassin's Creed Origins yang dirilis hari ini, yaitu Discovery Tour. Konten yang membutuhkan kapasitas memori mencapai 5GB ini menyediakan sesi perjalanan menikmati keindahan era Mesir Kuno yang menjadi latar game tersebut.

Hari ini Ubisoft telah merilis Discovery Tour untuk secara gratis untuk game yang sudah memiliki game Assassin's Creed Origins. Mereka yang tidak memilikinya juga bisa mengunduh konten ini sebagai stand-alone dengan harga USD20 (Rp271 ribu) untuk PC.



Mengapa konten ini bisa diunduh sebagai stand-alone? Pihak Ubisoft menuturkan bahwa konten ini ditujukan tidak hanya sebagai fan service, tapi juga edukasi bagi pelajar. Lewat game, Ubisoft menyakini materi tentang Mesir Kuno bisa lebih mudah dipahami dan menarik.

Pertama, Anda bisa menggunakan beragam karakter menarik untuk berpetualan di dalam konten Discovery Tour, tentu saja Anda tidak akan menemukan misi dan atau jalan cerita Assassin's Creed Origins.



Ubisoft sudah mengkurasi 75 konten tur yang setiap kontennya bisa memakan waktu 5 menit hingga 25 menit. 75 konten tersebut dibagi menjadi beberapa kategori. Pertama kategori Egypt, pemain akan melakukan petualangan tentang kondisi alam Mesir Kuno.

Kategori kedua bernama Pyramids berisi petualangan mengenai monumen khas Mesir yakni Piramida. Kategori ketiga adalah Alexandria yang akan menjelaskan pengaruh Yunani di Mesir Kuno sebagai damnpak dari kejayaan Alexander The Great.

Kategori keempat yaitu Daily Life menceritakan tentang kebudayaan dan kehidupan masyarakat Mesir Kuno, kemudian kategori kelima adalah Romans yang akan membawa pemain berpetualang memahami pengaruh Romawi di Mesir Kuno.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.