Review Game

Belajar Kelola Restoran Nasi Goreng via Nasi Goreng

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 10 Feb 2017 19:08 WIB
gamesgame lokalreview game indonesia
Belajar Kelola Restoran Nasi Goreng via Nasi Goreng
Nasi Goreng ajak pemain berkreasi dan mengelola restoran bermenu ini.

Metrotvnews.com, Jakarta: Setelah sukses dengan game Tahu Bulat, Own Games menghadirkan game Nasi Goreng. Jika game Tahu Bulat mengandalkan ketukan untuk memanggil pembeli, game nasi goreng ini mendorong pemain untuk berkreasi membuat menu tersebut.

Pada game ini, pemain juga diajak untuk membangun bisnis restoran dengan menu utama nasi goreng tersebut. Usaha ini dimulai dari warung kecil yang dapat berkembang menjadi lebih besar.

Untuk membesarkan usahanya, pemain diharuskan untuk meningkatkan kemampuannya dalam meracik nasi goreng dan mengelola usaha tersebut. Berbeda dengan game Tahu Bulat yang dapat dipahami sejak awal memainkannya, game Nasi Goreng cenderung lebih sulit dipahami.

Karenanya, pada awal game ini, muncul karakter bernama Purnama atau disebut dengan panggilan Mba Pur, bertindak sebagai asisten Anda dan membantu Anda dalam memahami hal yang perlu dilakukan saat memainkan game ini.

Karakter Mba Pur akan memberikan Anda voucher sebanyak 10 buah, yang dapat digunakan untuk memenuhi tugas pertama, yaitu berbelanja bahan baku. Bahan ini dapat digunakan untuk membuat nasi goreng dengan berbagai jenis. Selain itu, voucher ini diberikan sebanyak satu buah setiap dua menit sekali, hingga maksimal 50 voucher.



Anda dapat membelanjakan voucher tersebut melalui tombol bergambar keranjang berisi bahan makanan, dan dapat memilih untuk berbelanja di tiga toko, yaitu warung, bumbu dan sayur. Bahan makanan dijual melalui kotak dengan huruf berbeda, dan berharga satu hingga dua voucher.

Memilih kotak tersebut akan menampilkan bahan makanan yang akan Anda peroleh dari kotak tersebut melalui sistem serupa undian, beserta peluang Anda mendapatkannya. Tersedia juga pilihan banyaknya kesempatan yang dapat dipilih untuk mendapatkan bahan makanan secara acak tersebut.



Setelah untuk menentukan nama restoran, Anda juga akan diminta untuk mencoba membuat resep nasi goreng polos dengan menggunakan bahan yang telah dibeli, dan menggunakan alat yang telah tersedia. Pada tahap awal, game telah menyediakan penanak nasi, ulekan dan cobek, dan wajan, sementara pisau dapat digunakan setelah dibeli.

Tahap selanjutnya, Anda dapat mulai berkreasi membuat resep nasi goreng lainnya, dengan mengombinasikan bahan yang dimiliki, dengan maksimal bahan yang digunakan sebanyak 4 bahan. Namun, layaknya aktivitas belajar memasak pada kehidupan nyata, percobaan membuat nasi goreng pada game ini juga dapat mengalami kegagalan.

Kegagalan tersebut akan tercatat pada tab Relik yang dapat diakses pada ikon bergambar wajan dengan spatula yang seolah sedang menggoreng. Uniknya, setiap nasi goreng yang gagal akan menampilkan gambar atau relik berbeda, sesuai dengan nama yang tertera di atas nasi goreng.



Sementara itu, berbeda dari Tahu Bulat, game Nasi Goreng ini tidak mengusung genre clicker, sehingga Anda tidak perlu mengetuk layar guna menarik perhatian lebih banyak pengunjung untuk mengunjungi restoran nasi goreng Anda.

Selain dapat menemukan resep baru, rajin berlatih membuat nasi goreng dapat meningkatkan cita rasa nasi goreng akan semakin lezat, sehingga dapat menarik lebih banyak pengunjung dalam waktu lebih singkat.

Uniknya, bahan makanan yang Anda miliki tidak akan berkurang jika percobaan dalam membuat nasi goreng mengalami kegagalan. Bahan makanan tersebut baru berkurang saat proses percobaan berhasil menghasilkan resep yang telah tersedia atau resep baru.

Meski mengharuskan berpikir sedikit lebih keras untuk memahami permainan saat pertama kali memainkannya, namun game Nasi Goreng ini tetap menyenangkan untuk dimainkan terutama saat bosan menghadapi kemacetan jalanan ibukota.

Platform: Android
Pengembang: Own Games
Update Terakhir: 9 Februari 2017
Jenis: Santai
Harga: Gratis
Situs Resmi: http://www.own-games.com

 

Tahu Bulat

 

8,5

  • Gameplay sederhana tapi adiktif
  • Tampilan visual menarik
  • Butuh waktu pemahaman lebih lama



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.