Gegara Fortnite, Anak Tega Lukai Orangtuanya

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 03 Sep 2018 10:03 WIB
game
Gegara Fortnite, Anak Tega Lukai Orangtuanya
Ilustrasi. (Getty Images)

Jakarta: Game yang awalnya menjadi sebuah hiburan mendapatkan stigma negatif saat pemainnya mulai kecanduan game tersebut. Hal ini yang tengah ramai diperdebatkan di Australia lantaran seorang anak tega melukai orangtuanya karena dilarang bermain game.

Dikutip dari The Sun, kasus ini dialami oleh aktris asal Australia bernama Britta Hodge. Dalam sebuah wawancara Britta Hodge mengaku mendapatkan luka di kepala, lantaran anaknya menanduk sang ibu saat berusaha merebut controller PS4 yang tengah memainkan game Fortnite.

Britta mengungkapkan bahwa anaknya, Logan, yang berusia 12 tahun awalnya anak yang gemar menghabiskan waktu di luar. Sejak kecanduan Fortnite, sang anak hanya keluar rumah sekali dalam seminggu, bahkan sudah berhenti sekolah selama dua tahun.

Kecanduan game tersebut membuat Britta memanggil polisi karena sikap sang anak yang menjadi sangat agresif. Menurut dokter yang dipanggil menyatakan bahwa kecanduan game Logan mulai menjurus ke sebuah gangguan kejiwaan.

Sejauh ini, Britta mengaku belum menemukan solusi atas kondisi memprihatinkan sang anak. Dia memilih terbuka ke media sebagai bentuk protes terhadap game yang memiliki efek adiktif atau kecanduan.

Kasus yang menimpa Britta bukan satu-satunya. Dikutip dari Mirror, ada pasangan orangtua di Inggris yang mengirimkan anak perempuan mereka berusia sembilan tahun ke pusat rehabilitasi lantaran kecanduan game Fortnite. Ia sering tertidur di kelas bahkan buang air kecil di celana lantaran kelelahan untuk pergi ke toilet.

Game Fortnite yang bergenre battle royale memang tengah populer di kawasan Amerika dan Eropa bahkan di Amerika Serikat. Diberitakan tersedia jasa bimbingan atau semacam les untuk anak-anak sekolah pandai memainkan game tersebut.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.