Kebijakan Imigrasi Trump Bikin Valve Ingin Gelar The International di Luar AS

Riandanu Madi Utomo    •    Minggu, 12 Feb 2017 13:55 WIB
gamesesport
Kebijakan Imigrasi Trump Bikin Valve Ingin Gelar The International di Luar AS
Erik Johnson (kiri), dan Gabe Newell (kanan)

Metrotvnews.com: Kebijakan pelarangan izin masuk ke Amerika Serikat untuk beberapa negara yang dikeluarkan oleh Presiden AS, Donald Trump, ternyata juga berdampak langsung pada kegiatan esport.

Kepada pers, perusahaan game Valve menyebut kebijakan tersebut sebagai rintangan baru bagi dunia esport. Valve yang rutin menggelar salah satu acara esport terbesar dunia, yaitu The International DOTA 2, merasa keberatan dengan kebijakan Trump kali ini.

"Semuka kebijakan yang memberikan tekanan ke pengajuan visa untuk masuk AS membuat kami khawatir," ujar Business Development Authorities Valve, Erik Johnson.

Penerbitan visa untuk pemain esport bagi Valve sudah sangat sulit mengingat para atlet esport harus menggunakan visa kerja.

Sementara di sisi lain, para atlet esport kebanyakan masih berada di usia sekolah. Terlebih lagi para pegawai di pemerintahan AS masih banyak sekali yang buta terhadap esport dan hingga kini esport masih belum dianggap sebagai profesi.

Menurut PC GAMER, kasus tidak hadirnya sebuah tim karena visa-nya ditolak oleh pemerintah AS sudah cukup banyak terjadi. Di tahun 2014 dua tim asal Asia, yaitu CIS-Game dan Arrow Gaming ditolak visanya dan terancam tidak bisa mengikuti ajang The International.

Setelah empat kali pengajuan, visa akhirnya bisa terbit untuk Arrow Gaming, sementara CIS-Game tetap tidak bisa berangkat.

CEO Valve Gabe Newell juga mengekspresikan kekecewaannya terhadap pemerintah AS yang masih tidak mengerti posisi atlet esport. Ia bahkan menggambarkan atlet esport seperti didiskriminasi oleh pemerintah AS.

"Jika Anda adalah seorang penyanyi opera, Anda akan mendapatkan visa dengan mudah karena Pemerintah AS mengerti pekerjaan mereka seperti apa. Sama jika Anda adalah seorang ilmuwan pemegang Nobel, atau pekerjaan umum lainnya," ujar Newell.

Jika situasi memburuk, Valve akan mengambil opsi terakhir untuk The International yang akan datang, yaitu diselenggarakan di luar AS. Yang pastinya, Valve tidak akan membatalkan ajang The International meski terkendala berbagai masalah administrasi.


(MMI)

Melirik Perbedaan Spesifikasi Tiga Laptop ASUS ZenBook Baru
Computex 2017

Melirik Perbedaan Spesifikasi Tiga Laptop ASUS ZenBook Baru

7 hours Ago

 Ketiganya juga merupakan laptop yang sangat berbeda, jika dilihat dari desain serta fitur…

BERITA LAINNYA
Video /