Untuk Sementara, Ubisoft Aman dari Cengkraman Kontrol Vivendi

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 03 Oct 2016 14:02 WIB
industri game
Untuk Sementara, Ubisoft Aman dari Cengkraman Kontrol Vivendi
Ubisoft lolos dari cengkraman Vivendi untuk saat ini

Metrotvnews.com: Ubisoft akhirnya bisa mempertahankan diri dari penguasaan Vivendi, setidaknya untuk saat ini.

Menurut PC GAMER, baru-baru ini Vivendi memutuskan untuk bergerak mundur dan tidak menempatkan orangnya di posisi strategis sebagai anggota dewan direksi di Ubisoft. Padahal, terdapat dua posisi dewan direksi yang bisa ditempati oleh Vivendi. 

Dua posisi tersebut kini kembali ditempati oleh CEO Ubisoft Yves Guillemot dan saudaranya Gerard Guillemot yang juga merupakan CEO Ubisoft Motion Pictures.

"Para pemegang saham sangat mendukung strategi dan kebijakan manajemen Ubisoft kali ini. Semua keputusan tersebut juga telah dibicarakan pada acara Annual General Meeting," tulis Ubisoft di situs resminya.

Menurut CNBC, Vivendi tidak berkomentar saat acara Annual General Meeting. Raksasa media tersebut juga tidak memberikan pendapat atau mengajukan proposal perubahan sistem manajemen untuk Ubisoft.

Meski demikian, bukan berarti Vivendi setuju dengan keputusan para pemegang saham Ubisoft kali ini. Vivendi memilih abstain ketika diminta pendapat mengenai kekosongan kursi dewan direksi Ubisoft.

Mundurnya Vivendi kali ini tentu membuat keluarga Guillemot kembali menguasai kontrol dari Ubisoft. Namun, bukan berarti Ubisoft aman dari cengkraman Vivendi. Perusahaan media tersebut kini telah memegang 23 persen saham Ubisoft dan masih menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan game tersebut.

Keluarga Guillemot memang telah berusaha agar Vivendi tidak mengambil alih Ubisoft dari tangan mereka, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Gameloft.

Beberapa waktu yang lalu, keluarga Guillemot membeli tiga persen saham Ubisoft untuk memerangi Vivendi. Mereka bahkan mencari dukungan dari luar agar Vivendi tidak menguasai Ubisoft.

Sementara itu, Ubisoft sendiri sedang berusaha keras untuk memulihkan namanya sejak beberapa kali game yang dirilisnya mendapat kritikan keras dari para gamer. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menunda game Assassin's Creed dengan alasan akan dirilis ketika game-nya benar-benar siap.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.