Phoenix Point, Game Strategi Anyar dari Kreator XCOM

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 27 Apr 2017 11:30 WIB
games
Phoenix Point, Game Strategi Anyar dari Kreator XCOM
Phoenix Point rencananya akan dirilis di PC akhir tahun 2018

Metrotvnews.com: Desainer game XCOM, Julian Gollop, memperkenalkan game strategi terbarunya bernama Phoenix Point. Dalam cuplikan perdananya, game tersebut diperlihatkan akan memiliki gameplay yang mirip dengan XCOM namun hadir dengan musuh alien yang berbeda.

Tidak hanya itu, Gollop bahkan megklaim game ini akan hadir dengan tingkat taktis yang lebih mendalam dari XCOM.



Phoenix Point masih menggunakan latar belakang serangan alien. Bedanya, alien ini muncul dari sebuah virus bernama Pandora. Berkat virus tersebut, membuat manusia dan hewan bermutasi menjadi sebuah makhluk alien yang ganas dan mematikan.

Disinilah nilai unik dari Phoenix Point karena musuh akan tampil sebagai alien yang terus berevolusi dan beradaptasi terhadap setiap taktis yang Anda gunakan.



Pasukan di Phonexi Point diperlihatkan akan dapat memilah bagian tubuh musuh yang akan diserang. Setiap bagian memiliki efek yang berbeda jika dilumpuhkan. Misalnya, jika Anda melumpuhkan kaki musuh maka ia akan sulit untuk berjalan. Namun di sisi lain, Anda akan menghadapi alien dengan ukuran yang sangat variatif.



Gollop mengatakan akan ada alien dengan ukuran yang sangat besar hingga Anda memerlukan kombinasi serangan artileri untuk melumpuhkannya. Selain itu, Anda juga tidak hanya akan berhadapan dengan Alien karena ada faksi manusia lainnya yang bisa diajak bekerjasama atau dimusnahkan melalui perang.

Saat ini Phoenix Point masih dalam tahap pengembangan, dan akan dibuat oleh studio bernama Snapshot Games. Rencananya, game ini akan dirilis pada akhir tahun 2018 mendatang di PC melalui Steam.


(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

1 day Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.