Curangi Overwatch, Hacker Ini Dipenjara

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 26 Jun 2018 22:39 WIB
games
Curangi Overwatch, Hacker Ini Dipenjara
Game Overwatch merupakan game populer di dunia esport.

Jakarta: Seorang pria berumur 28 tahun di Korea Selatan harus mendekam di penjara karena membagikan kode cheat untuk Overwatch.

Menurut laporan SBS News dan Dot Esports, sang hacker dikenakan hukuman satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan karena terlibat dalam pendistribusian kode cheat untuk game multiplayer online tersebut. 

Alasan mengapa hacker ini mendapatkan hukuman berat adalah karena dia bisa mendapatkan KRW200 juta (Rp2,5 miliar) dengan menjual kode cheat untuk Overwatch.

Sang hacker dikenai hukuman karena melaggar dua regulasi Korea Selatan yaitu Hukum Promosi Industri Game dan Peraturan Perlindungan Teknologi Komunikasi. 

Tahun lalu, developer Overwatch, Blizzard Entertainment bekerja sama dengan Badan Polisi Nasional Seoul untuk mencari orang-orang yang menggunakan kode cheat untuk mencurangi game yang memang sedang populer, terutama di dunia esport itu. 

Tahun lalu, di Asia, banyak orang yang berbuat curang. Dalam forum Battle.net dan juga Reddit, banyak orang yang protes tentang para pemain Korea Selatan dengan headshot yang terlalu akurat. Serangan DDOS (Distributed Denial of Service) pada tim yang menang juga hal yang biasa ditemukan. 

Kode cheat untuk Overwatch beragam, mulai dari kode yang memungkinkan gamer menembak dengan akurasi sempurna hingga manipulasi peringkat yang dikenal dengan nama boosting. Pihak Blizzard telah menyebutkan bahwa boosting adalah hal terlarang. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.