Black Ops 4 Tidak Tawarkan Mode Tradisional

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 21 May 2018 14:31 WIB
games
Black Ops 4 Tidak Tawarkan Mode Tradisional
Call of Duty: Black Ops 4.

Jakarta: Di saat EA lewat Battlefield 1 dipuji karena story mode, Call of Duty: Black Ops 4 yang akan dirilis jsutru tidak akan menghadirkan mode tersebut.

Activision, publisher sekaligus Treyarch studio yang menggarap seri Black Ops mengakui bahwa mereka tidak akan menyediakan solo atau campaign mode. Dikutip dari GameSpot, Executive VP and GM Call of Duty Franchise Robert Kostich menyatakan bahwa mereka bukan tidak menyediakan, tapi justru menampilkan model baru.

Kostich menyebut bahwa Call of Duty: Black Ops 4 tidak akan menyajikan solo atau campaign mode tradisional. Co-Studio Head Treyarch Dan Bunting menyatakan akan menyajikan jalan cerita yang melekat langsung dengan karakter yang dimainkan di dalam game.

"Tahun ini kami akan menyampaikan jalan cerita dengan gaya yang berbeda. Selama beberapa tahun belakangan penggemar kami sudah mulai mempelajarai tentang cerita yang melekat langsung dalam sebuah permainan," ungkap Kostich.

Dalam wawancara dengan Eurogamer, Dan Bunting menjelaskan bahwa jalan cerita kana dihadirkan pada setiap karakter yang bisa dimainkan dalam mode multiplayer atau yang dikenal sebagai Specialist.

Tokoh ini muncul sejak Black Ops 2 dimana Specialist memiliki gaya serangan dan kemampuan yang berbeda-beda sehingga menyajikan permainan mode multiplayer yang penuh taktik.



"Jadi dalam campaign mode terbaru yang kami tawarkan para pemain akan disuguh solo mission dalam karakter yang mereka gunakan saat bermain tapi di dalamnya pemain akan mengetahui asal-usul tentang karakter Specialist yang mereka gunakan," jelas Bunting.

Keduanya memang seperti tidak mengakui bahwa Call of Duty: Black Ops 4 berfokus ke multiplayer. Jelas sekali bahwa memang Activision dan Treyarch kini berfokus ke gameplay multiplayer.

Banyak pihak beranggapan bahwa langkah ini dilakukan seiring game multiplayer terutama yang mengusung genre battle royale seperti PUBG dan Fortnite meroket kepopulerannya. Maka tidak mengherankan apabila Call of Duty: Black Ops 4 juga menyajikan game yang sama dengan mode bernama Blackout.

Apabila Anda masih bingung dengan konsep Specialist. maka Anda bisa berkaca ke gameplay dari Tom Clancy's Rainbow Six: Siege yang dirilis oleh Ubisoft dengan mengusung konsep tactical first person shooter, perbedannya adalah game tersebut tidak menyajikan tempo permainan cepat ala Call of Duty.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.