Battlefield V

Battlefield V Hadirkan Tiga Mode Gameplay Terbaru

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 25 May 2018 09:55 WIB
gameselectronic arts
Battlefield V Hadirkan Tiga Mode Gameplay Terbaru
Potongan gameplay di Battlefield V.

Jakarta: EA dan DICE telah melakukan live reveal Battlefiled V. Sayangnya, semuanya tidak disertai video gameplay yang menggambarkan secara jelas fitur tersebut, karena mereka akan baru menampilkannya di ajang E3 2018 bulan Juni nanti.

Menariknya ada beberapa mode gameplay baru yang disajikan oleh Battlefled V yang tetap mengusung mode multiplayer. Grand Operations, mode ini adalah pengembangan dari mode Operations di Battlefield 1 yang memadukan beberapa map atau arena permainan menciptakan skala permainan yang lebih besar.

Perbedaannya, di Grand Operation Battlefield V, narasi di dalam mode ini diceritakan menjadi per hari untuk setiap sektor. EA dan DICE membuat gameplay di mode ini lebih nyata. Tim yang kalah akan memiliki Tickets lebih sedikit, tapi dengan bala bantuan lebih banyak sehingga berkesempatan membalikkan keadaan.

Setiap hari, di dalam game mode tersebut akan berlaku peraturan tertentu, termasuk hanya memiliki satu nyawa dan tidak bisa melakukan respawn serta jumlah amunisi yang benar-benar terbatas.

Jadi setiap pertempuran akan menentukan kondisi permainan di antara kedua tim di arena permainan selanjutnya.



Lalu gameplay selanjutnya yang sebetulnya cukup membingungkan adalah Combined Arms. Alasannya mode co-op yang terdiri dari tim berisi empat pemain ini terdengar seperi mode gameplay Battlefield Bad Company. Pemain bisa melakukan kustomisasi tiap karakter di pasukan.

Dalam mode ini pemain akan melakukan pertempuran melawan musuh berbasis AI atau dikendalikan oleh game dengan tingkat kesulitan yang bervariasi tergantung seberapa tangguh pertempuran yang pemain berikan selama permainan.

Kemudian mode gameplay stau lagi adalah Tides of War. Gameplay ini dimainkan tergantung setiap konten baru yang dirilis oleh EA dan DICE, dengan narasi serta momen yang benar-benar sesuai dengan rangkaian peristiwa Perang Dunia II. Tampaknya mode ini terlihat seperti mode DLC serupa di Battlefield I.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.