Jawaban Blizzard Terhadap Kritik Diablo: Immortal

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 12 Nov 2018 13:29 WIB
games
Jawaban Blizzard Terhadap Kritik Diablo: Immortal
Diablo: Immortal.

Jakarta: Perkenalan Diablo: Immortal oleh Blizzard di ajang BlizzCon 2018 beberapa hari lalu tidak berjalan mulus. Franchise game legendaris sejak 1996 tersebut harus berujung hadir dalam versi mobile, sehingga menuai kritik dari penggemar setianya.

Tidak tunggu lama, pihak developer, Blizzard segera memberikan jawaban. Dikutip dari wawancara dengan Polygon, Executive Producer Blizzard dan Co-founder Blizzard serta Allen Adham dan Production Director Blizzard Dan Elggren menegaskan bahwa Diablo: Immortal hanya satu proyek.

"Kami memiliki beberapa proyek Diablo yang sedang dikerjakan oleh tim selain Diablo 3, yang dihadirkan untuk Ninteno Switch serta Diablo: Immortal. Bahkan kami menyiapkan beberapa tim untuk menggarap proyek Diablo yang berbeda-beda," jelas Adham.

Dia menyatakan bahwa Diablo adalah franchise istimewa dan kesuksesan Blizzard, sehingga tidak mungkin franchise tersebut ditinggalkan. Adham meminta penggemarnya mengerti dan bersabar.

Soal Diablo: Immortal yang dihadirkan ke versi mobile, menurut Adham hal ini memang menjadi bagian dari strategi Blizzard. Strategi untuk membawa semakin banyak gamer menggemari franchise Diablo terutama mobile gamer.

"Dunia terus berkembang baik secara geografis maupun demografis. Kalangan muda saat ini sebagian besar mengandalkan perangkat mobile seperti smartphone sebagai perangkat gaming utama, hampir seluruh negara di dunia juga mengalami ini," imbuh Adham.

Terkait gameplay, UI, dan elemen Diablo: Immortal yang disebut menyerupai game mobile saat ini menurut Elggren hal ini menjadi langkah wajib untuk menghadirkan pengalaman game Diablo yang sesuai dengan platform mobile.

Jawaban tersebut dilontarkan oleh Elggren mengingat kemarin sebagian penggemar menilai Diablo: Immortal serupa seperti game Crusdaer of Light buatan NetEase Games, developer asal Tiongkok yang juga digandeng untuk menggarap Diablo: Immortal.

Baik Adham dan Elggren mengaku mengambil hal positif dari kritik penggemar game Diablo. Menurutnya kritik tersebut menjadi tanda bahwa mereka sangat mengharapkan konten baru dari franchise Diablo sehingga gamer menaruh harapan besar pada Blizzard.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.