EA Batalkan Game Star Wars?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 16 Jan 2019 14:26 WIB
games
EA Batalkan Game Star Wars?
Konsep gambar dari game Star Wars dari Visceral.

Jakarta: Electronic Arts telah membatalkan game Star Wars open world mereka. EA Vancouver mengambil alih pengembangan game Star Wars dari Visceral Games ketika EA menutup studio itu pada Oktober 2017.

Pada awalnya, game Star Wars ini dikabarkan akan memiliki gameplay serupa Uncharted dan akan dipimpin oleh mantan tim Uncharted, Amy Hennig. Namun, pada awal 2017, Hennig keluar dari Visceral. Ketika itu, dia menyebutkan, proyek Star Wars ini masih berjalan. 

Menurut CNET, ketika EA menutup Visceral, Patrick Soderlund, Executive Vice President EA worldwide studios mengatakan bahwa ada perubahan pada rencana pengembangan game Star Wars karena adanya perubahan dalam industri.  

Ketika EA Vancouver mengambil alih pengembangan game Star Wars, aset game tetap sama, tapi game berubah menjadi sebuah game open world.

Pada 2017, Soderlund mengatakan, hal ini akan memberikan "pengalaman yang lebih luas" dengan memanfaatkan kemampuan yang dapat diberikan oleh engine Frostbite.

Menurut laporan Kotaku, game Star Wars ini pada awalnya memiliki nama kode Orca. Ia baru ada dalam tahap pengembangan awal.

Dalam game itu, Anda akan bisa bermain sebagai seorang bounty hunter dan menjelajah berbagai planet open world dan bekerja sama dengan berbagai faksi yang ada di dunia Star Wars. 

Namun, para eksekutif EA merasa bahwa mereka perlu merilis game lebih cepat dari jadwal rilis Orca. Karena itulah, mereka membatalkan pengembangan Orca untuk membuat game Star Wars dalam skala lebih kecil yang akan diluncurkan lebih cepat, sekitar 2020. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.