Rocket, Peramban Spesial Mozilla untuk Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 07 Nov 2017 17:05 WIB
mozilla firefox
Rocket, Peramban Spesial Mozilla untuk Indonesia
Product Manager, Android Browsers, Mozilla, Joe Cheng. (MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mozilla meluncurkan peramban mobile khusus masyarakat Indonesia, Rocket. Dalam acara yang digelar di Hotel Fairmont Hotel, Product Manager, Android Browsers, Mozilla, Joe Cheng menjelaskan bahwa Rocket dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna internet Indonesia. 

Joe menjelaskan, menurut riset pengguna internal yang dilakukan oleh Mozilla, 38,5 persen pengguna muda di Indonesia, mereka yang berumur 18-35 tahun, tidak puas dengan peramban bawaan smartphone.

Alasan utamanya karena peramban itu dianggap lambat. "Ini merupakan tanda bagi kami bahwa dengan reputasi merek kami yang kuat, kami bisa mengubah keadaan selama kami bisa memberikan peramban mobile yang cepat," kata Joe. 

Mozilla mengklaim Firefox Rocket sebagai peramban mobile paling ringan yang ada. APK dari Firefox Rocket memakan memori 2,39MB. Sebagai perbandingan, Opera Mini membutuhkan 6,65 MB, sementara UC Mini 2,58 MB.

Selain ringan, satu keunggulan lain yang Mozilla tonjolkan dari Rocket adalah fitur penghematan data. Sayangnya, Joe tidak bisa memberikan besar penghematan yang dilakukan jika dibandingkan dengan peramban-peramban lain.

"Metode yang kita gunakan berbeda dari peramban lain," kata Joe. Dia menjelaskan, salah satu cara Mozilla untuk menghemat data adalah dengan menghilangkan pelacak atau tracker yang biasanya tertanam pada situs.

"Turbo Mode pada dasarnya memberikan perlindungan terhadap tracking," kata Joe, menjelaskan bahwa Turbo Mode, yang merupakan salah satu fitur kunci pada Rocket, akan secara otomatis aktif. "Kami tidak akan membiarkan konten dari tracking domain, sehingga membuat peramban menjadi lebih cepat dan hemat data."

Mozilla mengembangkan Rocket khusus untuk Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting Mozilla. Alasannya, tidak hanya Indonesia memiliki pertumbuhan pengguna internet yang cepat, Indonesia juga merupakan negara ke-5 dengan jumlah pengguna internet paling banyak.

"Saat ini, hanya 50 persen populasi Indonesia yang telah terhubung ke internet, sementara 50 persen lainnya sebentar lagi juga akan bisa terkoneksi ke internet. Kami ingin membantu dengan menawarkan produk yang tepat," katanya. 

Joe menjelaskan, Mozilla menguasai 27,5 persen pangsa pasar peramban desktop di INdonesia. "Kami ingin membawa kesuksesan kami ke peramban mobile. Karena kami juga punya komunitas yang kuat di sini," ujarnya. 


(MMI)