Facebook Akui Ada Masalah di Autentikasi Dua Langkah

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 20 Feb 2018 11:44 WIB
facebook
Facebook Akui Ada Masalah di Autentikasi Dua Langkah
Facebook mengungkap permasalahan pengiriman sms notifikasi via sistem otentifikasi dua langkah akibat gangguan bug.

Jakarta: Facebook mengklarifikasi situasi terkait dengan SMS notifikasi yang dikirimkan menggunakan sistem otentikasi dua langkah perusahaannya (2FA). Facebook mengakui pesan tersebut terkirim akibat gangguan bug.

Dalam unggahan di blog Chief Security Officer Facebook Alex Stamos, raksasa jejaring sosial ini menyebut bahwa permasalahan akibat bug menyebabkannya  mengirimkan SMS notifikasi ke nomor ponsel pengguna.

Facebook menggunakan nomor terotomisasi 362-65 atau "FBOOK", sebagai nomor otentikasi dua langkahnya. Sistem ini menjadi cara aman yang ditawarkan Facebook untuk mengonfirmasikan identitas pengguna dengan mengirimkan kode numerik ke perangkat sekunder seperti ponsel mobile.

Nomor yang sama mengirimkan pengguna notifikasi Facebook tanpa sepengetahuan mereka. Saat pengguna berusaha untuk menghentikan SMS notifikasi, balasan yang dikirimkan pengguna terunggah di profil Facebook sebagai update status.

Permasalahan tersebut, diperkirakan telah terjadi selama beberapa bulan, pertama kali diungkap oleh teknisi software berbasis di Bay Area Gabriel Lewi melalui akun Twitter miliknya pada awal minggu ini.

Sosiologis dan kritikus teknologi kenamaan Zeynep Tufekci kemudian menggunakan situasi ini sebagai medium untuk mengkritisi prilaku Facebook yang dinilai tidak etis. Tufekci berpendapat bahwa notifikasi 2FA menjadi metode khusus Facebook untuk meningkatkan keterhubungannya dengan pengguna.

Selain meminta maaf, Stamos berjanji bahwa permasalahan tersebut akan segera diperbaiki dalam beberapa hari mendatang. Selain itu, Stamos juga membantah tuduhan Tufekci bahwa permasalahan ini merupakan kesengajaan, dan menyebut hal ini terjadi akibat gangguan bug.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.