Ada Jebakan Pesan Teks Mengaku dari WhatsApp

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 20 Nov 2017 16:03 WIB
whatsappcyber security
Ada Jebakan Pesan Teks Mengaku dari WhatsApp
Tampilan pesan yang merupakan penipuan dengan mengatasnamakan pesan resmi dari WhatsApp.

Metrotvnews.com: Pengguna Whatsapp di Inggris kembali menjadi korban jebakan scam atau penipuan berupa teks yang terlihat seperti dikirimkan oleh pihak WhatsApp.

Pada hari Minggu, 19 November 2017, sebagian pengguna WhatsApp di Inggris menerima pesan jebakan tersebut. Pesan tersebut berisikan pemberitahuan bahwa layanan berlangganan aplikasi WhatsApp mereka akan segera habis.

Pesan tersebut juga menyediakan sebuah tautan situs bagi pengguna WhatsApp yang ingin membeli layanan berlanggan seumur hidup dengan harga GBP1 atau Rp17 ribu. Padahal sudah sejak 2016 pihak WhatsApp menyediakan layanan mereka secara cuma-cuma alias gratis.

Mereka yang menjadi korbannya adalah yang mengklik tautan tersebut. Beberapa pengamat keamanan siber di Inggris yang sudah menganalisa pesan jebakan tersebut menjelaskan bahwa tautan tersebut kemudian akan merekam data pribadi dan terutama data perbankan Anda.

Penipuan dengan model ini sebetulnya bukan hal baru, pada awal tahun ini Inggris juga dilanda penipuan semacam ini.

Lalu di bulan Juli hal ini terulang lagi tetapi dengan tambahan berupa email yang berisi pesan jebakan tersebut. Mereka yang menjadi korban rata-rata tidak mengetahui bahwa layanan WhatsApp kini telah gratis seumur hidup.

Express UK juga menyebutkan bahwa di awal bulan November pengguna WhatsApp juga menerima pesan berantai yang isinya memberikan voucher secara gratis dari merek ritel ternama hanya dengan mengisi informasi biodata pengguna atau mengisi halaman survey.

Pihak keamanan siber menganjurkan agar setiap pengguna WhatsApp lebih seksama memperhatikan pesan yang mereka terima sekalipun itu dari WhatsApp. Jika terasa mencurigakan, jangan klik tautan yang ada, segera hapus atau laporkan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.