CES 2018

Game Boy Bangkit Lagi di CES 2018

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 11 Jan 2018 10:30 WIB
nintendoces 2018
Game Boy Bangkit Lagi di CES 2018
Ultra Game Boy yang diciptakan oleh Hyperkin.

Jakarta: Dalam ajang CES (Consumer Electronics SHow) 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat, banyak perangkat teknologi yang mengundang mata. Tidak hanya terbaru tapi juga yang lama bisa bangkit kembali, misalnya saja konsol gaming Game Boy yang pernah diciptakan Nintendo.

Beberapa waktu lalu Nintendo sempat merilis kembali NES dan SNES Classic Edition dalam ukuran mini, kali ini Game Boy bangkit kembali tapi tidak dari tangan Nintendo melainkan perusahaan gaming peripheral bernama Hyperkin.

Dalam laporan Gizmodo, Hyperkin memamerkan perangkat serupa Game Boy dengan nama Ultra Game Boy. Ada beberapa bagian yang dimodifikasi dari Game Boy tersebut. Misalnya material yang digunakan adalah metal aluminium, bukan plastik.



Tombol volume dan pengaturan kontras layar LCD masih tersedia disisinya, tapi kini pengguna bisa mengatur tingkat RGB layar serta mengaktifkan backlit LCD. Apabila penggunanya ingin lebih merasakan kesan retro, mereka bisa menonaktifkan backlit LCD tersebut.

Untuk memainkan game, caranya masih sama. Pengguna harus memasukkan catridge game di bagian punggung Ultra Game Boy. Anda yang masih memiliki catridge Game Boy masih bisa memainkannya. 

Baterai yang digunakan Ultra Game Boy hadir dalam bendutk rechargeable battery yang diisi menggunakan kabel USB-C. Hyperkin mengklaim baterainya bisa bertahan hingga 6 jam penggunaan. Selain itu, tersedia lubang speaker stereo dan port audio.

Hyperkin sendiri optimistis kalau Ultra Game Boy akan dirilis pada musim panas tahun ini di Amerika Serikat dengan harga di bawah USD100 (Rp1,3 juta). Belum diketahui bagaimana tanggapan Nintendo atas bangkitnya salah satu konsol gaming terlaris buatannya di masa lalu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.