Sat Nusapersada, Modal Xiaomi Tumbuh Besar di Indonesia

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 04 Dec 2017 17:07 WIB
xiaomi
Sat Nusapersada, Modal Xiaomi Tumbuh Besar di Indonesia
Pabrik perakitan ponsel Xiaomi, Sat Nusapersada di Batam, Kepulauan Riau

Jakarta: Sebagai negara berkembang, Indonesia menjadi salah satu pasar potensial untuk bisnis smartphone. Belakunya kebijakan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) mengharuskan setiap vendor yang ingin berbisnis di Indonesia harus menyediakan fasilitas manufaktur di dalam negeri.

Dalam kunjungan Metrotvnews.com ke fasilitas manufaktur PT Sat Nusapersada Tbk di Batam, Kepulauaan Riau, yang digandeng oleh Xiaomi hari ini 4 Desember 2017, pihak Xiaomi mengakui bahwa memiliki fasilitas manufaktur untuk di sebuah negara adalah modal penting.

"Indonesia merupakan pasar penting bagi Xiaomi. Jadi mematuhi kebijakan TKDN lewat memiliki fasilitas manufaktur juga merupakan investasi. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan akan produk Xiaomi yang ke depannya saya yakin semakin banyak," ungkap Head of Xiaomi South Pacific Region sekaligus Country Manager Xiaomi Indonesia Steven Shi.



CEO Sat Nusapersada Abidin menuturkan bahwa proses agar Xiaomi mempercayakan fasilitas manufakturnya untuk bisa memproduksi produk Xiaomi di dalam negeri membutuhkan waktu yang cukup lama. Padahal, Xiaomi di Indonesia sudah hadir sejak tahun 2013.

"Kita butuh 2 tahun demi mendapatkan keprcayaan dari Xiaomi untuk memproduksi perangkat mereka di Indonesia. Kami berusaha memenuhi permintaan Xiaomi. Awal tahun 2017 akhirnya Xiaomi resmi hadir di pasar Indonesia," tutur Abidin. 

Abidin menjelaskan kini produksi smartphone Xiaomi di Sat Nusapersda sudah melebihi jumlah produksi yang pertama kali dihasilkan pada awal kerja sama, awal tahun 2017. Jika dahulu bermodal 3 line produksi 100 ribuan unit, kini dengan 9 line tercapai 300 ribu unit dalam sebulan.

Sat Nusapersada juga sudah dipercaya untuk merakit 6 produk smartphone Xiaomi, mulai dari Redmi 3S, Redmi 4A, Redmi Note 4, Redmi 4X, Mi A1, dan Redmi Note 5A. Saat ini mereka juga sedang menyiapkan Mi A1 edisi warna merah untuk menyambut Natal.



"Kami justru bersyukur juga karena kehadiran Xiaomi dan permintaan akan produk Xiaomi yang tinggi jadinya membuka lapangan pekerjaan di Indonesia. Saat ini Xiaomi dirakit dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.500 orang. Beberapa dari mereka juga dikirim untuk pelatihan langsung di Tiongkok selama 6 bulan," jelas Abidin.

Shi menuturkan, Sat Nusapersada juga berperan dalam memperkuat ekosistem Xiaomi. Dia mengaku di 2018 Xiaomi ingin bisa menghadirkan lebih banyak perangkat ke Indonesia dan bukan hanya smartphone.


(MMI)