Qualcomm Didenda Rp16 Triliun

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 25 Jan 2018 07:17 WIB
qualcomm
Qualcomm Didenda Rp16 Triliun
Prosesor ponsel buatan Qualcomm dibandingkan dengan ukuran uang logam.

Jakarta: Qualcomm menerima denda sebesar EUR977 juta (Rp16 triliun), setelah komisi pemerintah di Eropa menemukan Qualcomm 'membayar' Apple agar tidak menggunakan prosesor buatan kompetitor.

Dikutip dari The Guardian, bahwa temuan ini berasal dari investigasi yang dilakukan pemerintah sejak bulan Juli tahun 2015 dan berusaha untuk mencari tahu tentang dominasi Qualcomm di pasar prosesor dan model ponsel 4G di periode 2011 hingga 2016.

"Qualcomm secara ilegal berusaha menutup bisnis rival mereka di pasar prosesor di jaringan LTE lebih dari 5 tahun sehingga berhasil membuat mereka mendominasi pasar tersebut," ungkap Penyelidik Kompetisi Bisnis Komisi Eropa Margrethe Vestager.

Vestager tidak menyebutkan berapa besar uang yang 'dibayarkan' Qualcomm ke Apple untuk hal tersebut tapi disebutkan bahwa jumlah uang tersebut berhasil membuat Qualcomm menjadi ekslusif di mata Apple.

Komponen moden dan prosesor Qualcomm digunakan pada seluruh perangkat iPhone dan iPad. Setidaknya hingga awal tahun 2017 saat Apple dan Qualcomm saling tuntut akibat Qualcomm yang dianggap memasang harga prosesor terlalu mahal.

Masih di tahun yang sama, Qualcomm balik menuntut Apple karena dianggap membocorkan teknologi komponen prosesor Qualcomm di balik iPhone ke rival mereka yaitu Intel.

Bahkan, iPhone X sempat dilarang dijual oleh Qualcomm karena salah satu varian iPhone X ada yang menggunakan komponen modem Qualcomm dan ada yang menggunakan modem buatan Intel. Alhasil Apple sempat dikabarkan sedang mendekati MediaTek untuk alternatifnya.

The Guardian menyebutkan bahwa jumlah denda yang dijatuhkan kepada Qualcomm setara dengan 4 persen dari pendapatan tahun 2017 Qualcomm. Pihak Qualcomm, lewat General Counsel Qualcomm Don Rosenberg membantah dan mengklaim bahwa Qualcomm tidak menyalahi aturan yang dituduhkan.

Setelah kabar ini berhembus disebutkan saham Qualcomm sempat menurun sebanyak 1,35 persen. Banyak pengamat bisnis menilai ini bisa dimanfaatkan oleh Broadcom untuk kembali mengajukan tawaran akuisisi yang sempat ditolak beberapa bulan lalu.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.