MWC 2018

Ikuti Tren, Sony Xperia XZ2 dan XZ2 Compact Punya Bezel Tipis

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 26 Feb 2018 17:52 WIB
sonymwc 2018
Ikuti Tren, Sony Xperia XZ2 dan XZ2 Compact Punya Bezel Tipis
Sony Xperia XZ2 dan XZ2 Compact.

Jakarta: Sony kembali serius untuk bersaing dalam pasar smartphone. Perusahaan Jepang itu baru saja meluncurkan Xperia XZ2 dan XZ2 Compact yang memiliki bezel lebih tipis dari pendahulunya dan memiliki layar yang lebih tinggi dan langsing seperti smartphone buatan Samsung, LG dan perusahaan pembuat smartphone lain. 

Kedua ponsel baru Sony menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 845, yang merupakan prosesor terbaru dan kemungkinan besar akan digunakan pada kebanyakan smartphone premium berbasis Android. Sony XZ2 memiliki layar 5,7 inci dengan resolusi 2.160 x 1.440, dengan bezel pada bagian atas dan bawah yang lebih tipis. 

Memang, bezel tersebut masih lebih tebal jika dibandingkan dengan smartphone buatan Samsung, LG atau OnePlus, tapi ini adalah kemajuan untuk Sony. Xperia XZ2 sudah mendukung HDR dan Sony berkata, ponsel tersebut secara otomatis meningkatkan konten dengan resolusi SDR untuk membuat warnanya tampil lebih cerah, lapor The Verge

Xperia XZ2 memiliki bagian belakang yang agak melengkung. Sementara kamera dari ponsel ini ada pada bagian tengah dari punggung ponsel. Selama ini, Sony selalu menanamkan sensor sidik jari pada tombol Home yang ada di samping ponsel. Kini, sensor sidik jari itu ada di bagian bawah kamera. 



Selain bezel yang lebih tipis, Sony juga memutuskan untuk mengikuti tren dengan menghilangkan port audio pada ponsel barunya. Sama seperti ponsel Sony lainnya, Xperia XZ2 juga masih dilengkapi dengan tombol untuk shutter kamera.

Sama seperti XZ Premium yang diluncurkan tahun lalu, XZ2 memiliki kamera belakang 19MP. Ponsel ini juga bisa merekam video 4K dengan warna HDR dan mode slow-motion pada 960 frame per detik dengan resolusi 1080p. 

Untuk masalah spesifikasi, Sony menggunakan Snapdragon 845 sebagai prosesor XZ2 dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB yang disertai dengan slot microSD. Untuk membedakan smartphone barunya dengan ponsel premium lain, Sony menambahkan fitur yang disebut rumble feedback. Dynamic

Vibration System baru pada XZ2 akan membuat ponsel Anda bergetar sesuai dengan konten yang Anda tonton. Anda bisa mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini pada masing-masing aplikasi. Jadi, Anda bisa mematikannya pada YouTube dan mengaktifkannya untuk Netflix. 

Sementara itu, Sony merilis XZ2 Compact untuk orang-orang yang ingin smartphone dengan ukuran lebih kecil. Ponsel premium baru dari Sony ini memiliki layar 5 inci. Ia tetap menggunakan Snapdragon 845 dan dilengkapi dengan fitur kamera yang sama dengan XZ2.

Namun, Anda tidak akan menemukan Dynamic Vibration System. Selain itu, bagian belakang dari XZ2 Compact terbuat dari plastik dan bukan kaca. Itu artinya, Anda tidak bisa menggunakan pengisian baterai nirkabel. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.