Bos Samsung Bebas dari Penjara

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 06 Feb 2018 10:17 WIB
samsung
Bos Samsung Bebas dari Penjara
Pimpinan Samsung dibebaskan dari penjara setelah ditanggap akibat kasus penyuapan dan penggelapan uang.

Jakarta: Vice Chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee dilaporkan telah dibebaskan dari tahanan penjara. Lee dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun setelah dinyatakan bersalah terkait dengan kasus penyuapan dan penggelapan uang.

Pada 5 Februari, Seoul High Court mengumumkan perubahan keputusan awalnya, dan membebaskan Le setelah mendekam di tahanan selama 353 hari. Pengadilan juga memangkas hukuman Lee menjadi setengahnya, yaitu 2,5 tahun, namun Lee diizinkan keluar dari penjara dalam kondisi empat tahun percobaan.

Sebagai informasi, Lee, yang merupakan pimpinan de factor Samsung Group setelah sang ayah mengalami serangan jantung, dituduh mengirimkan uang sebesar hampir USD40 juta (Rp540.5 miliar) dari anak perusahaan Samsung ke dua yayasan yang dikelola oleh Choi Soon-sil.

Choi Soon-sil merupakan rekan dari Presiden Korea Selatan yang kala itu menjabat, yaitu Park Geun-hye. Uang tersebut dilaporkan ditujukan untuk memenangkan pendanaan pensiun Korea Selatan, yang mendukung penyatuan antara dua perusahaan afiliasi Samsung pada tahun 2015 lalu.

Tindakan tersebut juga untuk mempermulus transisi kepemilikan Samsung, dari sang ayah kepada Lee. Namun, tindakan tersebut diketahui badan berwenang dan menyebabkan permasalahan yang mengharuskannya meringkuk di penjara.

Penangkapan Lee sebagai pimpinan Samsung menjadi salah satu berita buruk bagi anak pengusaha di Korea Selatan. Hal ini tidak dinilai tidak berdampak negatif secara signifikan pada kesuksesan Samsung, setelah laporan keuangan tahun 2017 perusahaan ini mencatatkan keuntungan.

Pada laporan Q4 2017, Samsung mendapatkan keuntungan operasi sebesar USD14 miliar (Rp187,9 triliun) untuk Q4 dan keuntungan USD50 miliar (Rp671 triliun) selama 2017 berkat suksesnya divisi layar dan chip mereka.

Pendapatan Samsung tersebut jauh lebih tinggi dari keuntungan pada Q4 2016, yang mencapai USD8 miliar (Rp107,3 triliun).

Sementara itu, erfokus pada upayanya menghadirkan inovasi, Samsung menyatakan akan memproduksi prosesor pendukung tren mata uang kripto.

Dalam laporan finansial Q4 2017 dan annual untuk 2017 yang diumumkan Samsung tanggal 31 Januari 2018, Samsung menyebutkan bahwa perusahaannya akan memanfaatkan momen tingginya permintaan akan chip untuk menambang uang kripto.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.