Libatkan 1.000 Guru, Microsoft Gelar Skype-a-Thon ke-10

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 09 May 2018 10:09 WIB
microsoft
Libatkan 1.000 Guru, Microsoft Gelar Skype-a-Thon ke-10
Gelaran Skype-a-Thon ke-10

Jakarta: Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau yang lebih dikenal dengan istilah Revolusi Industri 4.0, memengaruhi dunia Pendidikan Indonesia.

Microsoft Indonesia bersama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dalam program kerja sama pemberdayaan teknologi bagi guru berjudul Indonesia Borderless Classroom,  menggelar Skype-a-Thon ke-10 dengan tema Educators 4.0: Create The World of Tomorrow in Your Classroom.

Ketua Umum PGRI, Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd. mengatakan bahwa pelatihan yang diberikan kepada guru untuk merespon Revolusi Industri 4.0 masih kurang.

Dampak dari kurangnya pelatihan ini adalah ketidakmampuan guru merespons perkembangan tuntuan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang nantinya juga berdampak pada kualitas perserta didik.

Hal ini juga terkait erat dengan rencana pemerintah Indonesia yang telah menyusun roadmap Industri 4.0 dengan bantuan sejumlah pihak. Roadmap ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global, serta dapat menjadikan Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia di 2030.

“PGRI bertekad menjadikan guru sebagai lokomotif perubahan. Perubahan yang masif memerlukan akselerasi melalui teknologi,” jelasnya.  

"Selain itu, kami berharap peserta dapat mengetahui kompetensi apa saja yang perlu dimiliki terutama terkait kompetensi literasi digital untuk menghadapi perubahan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat ini.”  
 
Skype-a-Thon merupakan program kegiatan tahunan Microsoft yang bertujuan menghubungkan ruang kelas dari berbagai belahan dunia, sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan pengalaman belajar.

Pada tahun ini, Skype-a-Thon melibatkan 25 titik penyelenggaraan di seluruh Indonesia yang akan mengikuti sesi narasumber dari kantor PB PGRI di DKI Jakarta, bersama lebih dari 1.000 guru. 
 
Penyelenggarana Skype-a-thon di Indonesia juga mendukung inisiatif Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mencanangkan tiga literasi baru untuk memperbaharui
Pendidikan Tinggi di Indonesia berfokus pada literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.