Di Twitter, Pengaruh Akun Bot Lebih Besar dari Manusia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 13 Sep 2018 17:31 WIB
media sosialtwitter
Di Twitter, Pengaruh Akun Bot Lebih Besar dari Manusia
Akun bot di Twitter memiliki pengaruh lebih besar. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)

Jakarta: Keberadaan akun bot bisa memengaruhi pandangan politik seseorang. Setidaknya begitulah yang terjadi di Amerika Serikat. Studi terbaru menunjukkan, akun-akun bot itu juga memiliki pengaruh yang lebih luas dari akun manusia. 

Pengaruh akun palsu 2,5 lipat lebih besaar daripada manusia selama debat presiden AS pada 2016, menurut peneliti dari Australian National University, lapor CNET.

Studi ini didasarkan pada analisa dari 6,4 juta kicauan yang diunggah selama 90 menit ketika debat antara Donald Trump dan Hillary Clinton disiarkan. Durasi selama 90 menit itu meliputi waktu sebelum, ketika dan sesudah debat. 

Bot di Twitter ternyata lebih aktif daripada manusia dengan kecenderungan untuk mendukung Partai Republik.

Akun-akun bot juga ternyata memiliki kemungkinan lebih  besar untuk memengaruhi opini di sebuah platform jika dibandingkan dengan akun manusia yang mendukung Partai Demokrat yang dianggap memiliki pengaruh tinggi, seperti Oprah Winfrey. 

Dari 1,5 juta akun yang aktif selama debat pertama antara Trump dan Clinton, hanya 4,8 persen akun yang "sudah pasti" adalah bot, kata Dr. Timothy Graham, salah satu peneliti utama dari laporan ini. 

"Angka ini terlihat kecil mengingat, berbagai laporan dan studi lain mengklaim bahwa 20 sampai 30 persen akun di Twitter merupakan akun bot," kata Graham. Dia mengatakan, alasan mengapa survei sebelum ini menunjukkan jumlah bot yang sangat tinggi karena "metodologi yang bias". 

"Yang mengejutkan, akun bot itu rata-rata 2,5 kali lebih berpengaruh dari manusia," kata Graham.

"Dan karena bot... menempelkan dirinya ke pengguna manusia yang berpengaruh, mereka biasanya lebih sukses untuk mendorong pengguna lain untuk melakukan retweet dan berinteraksi dengan konten mereka."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.