Investasi Huawei Rp1,13 Triliun untuk Pengembangan Ekosistem Digital

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 06 Jun 2018 20:19 WIB
huawei
Investasi Huawei Rp1,13 Triliun untuk Pengembangan Ekosistem Digital
Huawei mengumumkan investasi besar guna mendukung mendukung pengembangan ekosistem digital.

Bangkok: Huawei mengumumkan investasi bernilai USD81 juta (Rp1,13 triliun) sebagai bentuk dukungan pengembangan ekosistem digital di wilayah operasi Huawei di Asia Tenggara. Investasi ini disalurkan melalui program Huawei Developer Enablement Plan.

"Program Huawei Developer Enablement Plan ini ditujukan sebagai mendorong pembangunan ekonomi dan ekosistem digital di kawasan Asia Tenggara. Program ini akan menjadi salah satu program yang menjadi prioritas kami," ujar Presiden Huawei Asia Tenggara Jamer Wu.

Dalam rencana jangka pendek yaitu dalam waktu tiga tahun mendatang, Wu menyebut Huawei akan menyalurkan dana investasi untuk membangun ruang belajar bagi pengembang berbasis komputasi awan, bertajuk OpenLabs.

Tidak sekadar ruang belajar, pembangunan OpenLabs juga ditujukan sebagai medium untuk membina bakat-bakat di ranah ini di wilayah operasi Asia Tenggara. Sebagai informasi, negara yang termasuk pada wilayah operasi Asia Tenggara yaitu Thailand, India, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Hong Kong dan Macau.

Sementara itu, Indonesia masuk ke dalam wilayah operasi Huawei di Pasifik Selatan, bersama dengan Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, Selandia Baru dan Papua Nugini.

Wu mengungkap rencana Huawei untuk mendirikan OpenLab di New Delhi India, meski mengaku belum bisa berkomentar terkait rencana pembukaan OpenLab di Indonesia.

Pembukaan OpenLab di India tersebut mendampingi dua OpenLab yang telah didirikan Huawei sebelumnya, terletak di Bangkok, Thailand, dan Singapura.

OpenLab ini dihadirkan sebagai platform inovasi terbuka untuk Huawei dan mitra lokal, guna mengembangkan solusi industri yang dibutuhkan di masing-masing wilayah.

Huawei mengaku bersedia untuk membagi kemampuan dan pengalaman yang diperolehnya selama berkecimpung di industri TIK selama 30 tahun, melalui platform pengembangan dan API ini. Selain itu, Huawei turut mengumumkan rencana peluncuran Huawei Developer Challenge 2018, yang akan dihelat pada 11 Juni mendatang.

Bukan sekadar ajang kompetisi, Huawei Developer Challenge 2018 juga ditujukan Huawei sebagai sarana untuk memberikan bimbingan kepada pengembang lokal di masing-masing negara.

Investasi lain juga diberikan Huawei melalui metode sponsor bagi pengembang yang menyuguhkan inovasi terkait Huawei Cloud dan memenuhi persyaratan, senilai USD150 ribu (Rp2,07 juta).


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.