Beda Prinsip, Alasan Pendiri WhatsApp Mundur dari Facebook

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 27 Sep 2018 08:24 WIB
whatsapp
Beda Prinsip, Alasan Pendiri WhatsApp Mundur dari Facebook
Perbedaan prinsip terkait model bisnis dan privasi data pengguna menjadi penyebab co-founder WhatsApp undur diri dari Facebook.

Jakarta: Co-Founder WhatsApp Brian Acton mengundurkan diri dari aplikasi pesan instan tersebut pada tahun lalu, tepat sebelum CEO Jan Koum turut mundur dari perusahaan tersebut.

Pengunduran diri Acton terjadi sebelum saham Facebook resmi menjadi miliknya, bernilai USD850 juta (Rp12,7 triliun).

Acton dilaporkan kecewa karena Facebook ingin memonetisasi fitur WhatsApp Status menggunakan iklan bertarget. Hal ini berarti WhatsApp harus menyerahkan data personal pengguna kepada perusahaan marketing, yang menggunakan informasi untuk mengirimkan iklan khusus ke pengguna spesifik.

Menyerahkan data personal pengguna menjadi masalah utama, terutama setelah insiden Cambridge Analytica yang menggunakan 87 juta informasi personal pengguna Facebook tanpa izin.

Ketika skandal terkuak pada bulan Maret lalu, Acton mengunggah tweet terakhirnya, mendorong masyarakat untuk menghapus Facebook.

Pada unggahan di akun Twitter pribadinya, Acton menuliskan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat, diikuti oleh tagar #deletefacebook. Selain itu, Facebook juga ingin memasarkan alat bisnis untuk membantu perusahaan menjangkau pengguna WhatsApp.

Namun, hal ini mengharuskan Facebook untuk mengubah enkripsi end-to-end yang diterapkan WhatsApp. Tindakan tersebut menerima penolakan dari sejumlah pihak, meski perwakilan untuk WhatsApp menyebut iklan akan ditemukan di fitur Status pada tahun depan.

Perwakilan yang sama juga menyebut bahwa pesan yang didistribusikan via pesan instan ini akan tetap terenkripsi end-to-end, dan tidak akan berubah. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesanggupan untuk membayarkan biaya sebesar USD850 juta (Rp12,9 triliun) untuk mempertahankan prinsipnya.

Terutama saat perusahaan yang menjadi lawan tersebut berjasa dalam menjadikannya sebagai multi-jutawan di awal perjalanan karir.

Acton menginginkan untuk memonetisasi WhatsApp dengan menawarkan pengguna pengiriman pesan gratis dalam jumlah terbatas dan membebankan biaya sebesar 10 sen dari setiap pesan yang dikirim setelah jumlah tersebut tercapai.

COO Facebook Sheryl Sandberg menolak ide tersebut dan menyebut rencana ini tidak akan menguntungkan. Acton menyebut bahwa yang dimaksudkan Sanberg adalah rencananya tidak akan menghasilkan pendapatan berjumlah besar.

Terkait Facebook, Acton menyebut bahwa pegawai Facebook merupakan pebisnis yang baik, dan mewakili rangkaian praktik, prinsip dan etik bisnis, serta kebijakan yang tidak disepakatinya.

Selain itu, Acton juga menyebut bahwa telah menjual privasi pengguna aplikasi karyanya untuk keuntungan lebih besar.

Acton mengaku telah membuat pilihan dan berkompromi, dan hal ini menjadi keputusan yang harus ia jalani setiap harinya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.