Bagaimana Teknologi Ubah Gaya Hidup Kelas Menengah Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 27 Sep 2018 21:32 WIB
media sosialfacebook
Bagaimana Teknologi Ubah Gaya Hidup Kelas Menengah Indonesia
The Rising Wave adalah survei yang Facebook lakukan dengan Bain & Co.

Jakarta: Teknologi mengubah gaya hidup kelas menengah di Indonesia, menurut studi The Rising Wave yang diadakan oleh Facebook bersama dengan Bain & Co. 

"Cepatnya proses urbanisasi, disertai dengan pertumbuhan konektivitasi dan adopsi perangkat mobile, mendorong perubahan perilaku dan aspirasi kelompok masyarakat kelas menengah di Indonesia dan Asia Tenggaara secara signifikan," kata Country Director Facebook Indonesia, Sri Widowati. 

Widowati menyebutkan, kelas menengah di Indonesia memiliki perilaku yang berbeda dari kelas menengah sebelumnya. "Sekarang, mereka dihadapkan pada begitu banyak pilihan dalam mengejar passion, cita-cita dan aspirasi mereka," katanya. 

Menurut wawancara yang Facebook lakukan pada pelaku bisnis, sebanyak 77 persen mengaku bahwa mereka sadar bahwa kelas menengah akan menjadi pendorong bagi pertumbuhan bisnis mereka.

Sayangnya, hanya 15 persen responden yang telah memiliki rencana untuk menjangkau kelas menengah di Indonesia. 

Teknologi digital mengubah cara hidup kelas menengah di Indonesia dengan empat cara. Pertama, teknologi membantu mereka untuk membentuk identitas.

Melalui teknologi, mereka dapat dengan mudah mendapatkan informasi untuk mengadopsi nilai modern tanpa harus meninggalkan nilai budaya tradisional. 

Teknologi juga memungkinkan kelas menengah untuk berkumpul di dunia maya untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki kesamaan minat dan aspirasi.

Selain itu, dengan adanya teknologi, kelas menengah memiliki peluang baru, memungkinkan mereka untuk mempertajam keahlian dan mengejar minat mereka. 

Terakhir, teknologi mengubah cara kelas menengah menikmati konten hiburan. Kini, mereka akan memilih produk yang hendak dibeli dengan lebih hati-hati. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.