Selesai Akuisisi, Sharp Ingin Pulihkan Bisnis PC Toshiba

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 02 Oct 2018 12:25 WIB
sharpToshiba
Selesai Akuisisi, Sharp Ingin Pulihkan Bisnis PC Toshiba
Ilustrasi.

Jakarta: Pada hari Senin, Sharp menyelesaikan akuisisi bisnis PC Toshiba. Sharp lalu ingin menghidupkan kembali bisnis itu dengan memotong biaya operasi dengan memanfaatkan jaringan dari perusahaan induk asal Taiwan mereka, Hon Hai Precision Industry atau Foxconn. 

Dengan ini, Sharp akan kembali masuk ke pasar PC untuk pertama kalinya sejak mereka mematikan merek Mebius pada 2010, lapor Nikkei Asian Review

Sharp mendapatkan 80,1 persen dari Toshiba Client Solution dengan harga JPY4 miliar. Kiyofumi Kakudo tetap akan menjadi presiden dan CEO dari Toshiba sementara Yoshihisa Ishida, yang merupakan Executive Vice President dari Sharp, telah ditunjuk untuk menjadi Chairman. 

Sharp berencana untuk kembali mengembangkan Toshiba Client Solutions, yang mengalami kerugian sebesar JPY8,3 miliar pada tahun fiskal 2017. Strategi yang mereka gunakan adalah dengan mengembangkan pasar di luar Jepang dan juga memanfaatkan jaringan Foxconn yang luas. 

Sebagai perusahaan penyedia layanan manufaktur elektronik terbesar di dunia, Foxconn memiliki banyak pabrik di Tiongkok. Mereka menghasilkan berbagai produk, mulai dari smartphone sampai server

Tai Jeng-wu, Chairman dan CEO Sharp yang ditunjuk oleh Foxconn mengatakan bahwa bisnis PC Toshiba akan kembali untung dalam waktu satu atau dua tahun.

Dengan begitu, Sharp akan mendapatkan kembali investasi yang mereka tanamkan. Dia menyebutkan, operasi Sharp akan fokus pada pasar Jepang, yang masyarakatnya sudah mengenal merek Dynabook. 

Namun, pada akhir September, ketika para penjual di Tiongkok berkumpul di Provinsi Guangdong, mereka dikabarkan bahwa lini PC di bawah Toshiba Client Solutions akan bertambah dengan cepat di Tiongkok.

Sementara itu, Ishida mengatakan, Shap akan bekerja sama dengan 400 teknisi dari Toshiba untuk membuat sinergi dalam teknologi Internet of Things.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.