Spotify Jajal Unggahan Langsung untuk Musisi Indie

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 21 Sep 2018 10:34 WIB
spotify
Spotify Jajal Unggahan Langsung untuk Musisi Indie
Spotify mengajak seniman independen untuk mengunggah lagu karya mereka ke platform musiknya.

Jakarta: Spotify berupaya memperluas perpustakaan musik karya seniman independen miliknya. Kini, musisi independen atau Indie dapat menambahkan lagu mereka ke Spotify melalui kerja sama dengan label besar atau menggandeng layanan pihak ketiga.

Kerja sama dengan layanan pihak ketiga akan menghadirkan lagu dari musisi independen pada lebih dari 150 platform, memungkinkan mereka menjual lagu di iTunes, Spotify, Google Play, Amazon, Tidal, Deezer dan sebagainya.

Spotify dalam tahap pengujian beta layanan baru untuk seniman indie. Spotify mengundang musisi untuk berpartisipasi dalam versi beta khusus, berisi opsi baru pada aplikasi mobile dan situs Spotify for Artist, memungkinkan seniman mengunggah lagu secara langsung.

Musisi atau seniman dapat memanfaatkan untuk meninjau statistik lagu dan dapat mengetahui jumlah yang mereka hasilkan dari lagu tersebut. Seniman juga akan menerima 50 persen dari keuntungan dan 100 persen royalti dari lagu yang diunggah ke Spotify.

Pendapatan royalti tersebut akan dikirimkan per bulannya secara langsung ke rekening bank seniman. Spotify merekomendasikan seniman mengunggah lagu mereka setidaknya lima hari sebelum dirilis ke publik, memungkinkan perusahaan untuk memastikan lirik atau nada tidak melakukan pelanggaran hak cipta.

Spotify menyebut keputusan untuk menghadirkan alat untuk seniman independen ini didasarkan oleh keyakinan bahwa mendistribusikan musik kepada penggemar haruslah muda. Spotify telah menguji alat pengunggahan lagu ini selama beberapa bulan terakhir.

Saat ini, hanya beberapa ratus seniman independen yang menerima undangan untuk berpartisipasi untuk memanfaatkan versi beta alat ini. Spotify menyebut akan mengajak lebih banyak musisi independen di masa mendatang.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.