Pengunjung Pokemon Go Fest Tuntut Niantic

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 31 Jul 2017 15:22 WIB
pokemon go
Pengunjung Pokemon Go Fest Tuntut Niantic
Merasa dikecewakan, pengunjung acara Pokemon Go Fest memutuskan untuk mengajukan tuntutan hukum kepada Niantic.

Metrotvnews.com: Merayakan kehadirannya di ranah game dunia, Niantic menghelat acara bertajuk Pokemon Go Fest di Grant Park, Chicago, Amerika Serikat pada minggu lalu. Sayangnya, acara tersebut berakhir dengan kekecewaan.

Sebagian besar pengunjung yang juga merupakan penggemar setia Pokemon Go mengeluhkan kesulitan memperoleh jaringan data internet, dan harus mengantre dalam jangka waktu lama tanpa suguhan game berbasis Augmented Reality ini.

Selain absennya jaringan data seluler, pengunjung juga mengeluhkan game mengalami kendala, menyulitkan pengunjung untuk menangkap monster bahkan berujung pada tampilan error pada layar perangkat, seperti yang dilaporkan TechCrunch.

Menanggapi kekecewaan tersebut, Niantic menawarkan pengembalian dana dan ditambah dengan uang dalam game sebesar USD100 (Rp1,3 juta) untuk pengunjung Pokemon Go Fest. Sayangnya penawaran tersebut tidak berhasil mengatasi kekecewaan Jonathan Norton.

Norton dilaporkan mengajukan tuntutan hukum terhadap Niantic atas kerusakan tidak spesifik. Pada dokumen tuntutan hukum tersebut, Norton menyebut festival yang diadakan oleh Niantic tidak sesuai yang telah dijanjikannya.

Festival tersebut dapat dihadiri pengunjung setelah membeli tiket masuk seharga USD25 (Rp333.333). Penawaran harga tiket yang terjangkau tersebut menarik perhatian pengunjung dari luar Chicago, yang dinilai menjadi pengunjung dengan kekecewaan terbesar.

Pokemon Go Fest tersebut dilaporkan mengalami permasalahan terkait data seluler akibat kendala yang dialami oleh server penyedia layanan data. Hilangnya koneksi seluler menjadi alasan pengunjung berbondong-bondong meninggalkan lokasi acara.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.