Kasus Galaxy Note 7 Buat Saham Samsung Turun Drastis

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 14 Sep 2016 08:04 WIB
galaxy note 7
Kasus Galaxy Note 7 Buat Saham Samsung Turun Drastis
Kasus Galaxy Note 7 buat saham Samsung anjlok. (AP Photo / Richard Drew, File)

Metrotvnews.com: Galaxy Note 7 yang bermasalah membuat saham Samsung anjlok.

Pada hari Senin lalu, saham perusahaan pembuat smartphone terbesar itu turun sebanyak 7 persen setelah mereka meminta para pengguna Galaxy Note 7 untuk berhenti menggunakan perangkat mereka karena khawatir ia akan terbakar saat pengisian baterai.

Samsung mendorong para pemilik Galaxy Note 7 untuk segera mengganti smartphone mereka setelah badan penerbangan Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan peringatan khusus pada para pengguna Galaxy Note 7. 

Seperti yang disebutkan oleh CNN Money, banyaknya berita buruk tentang Galaxy Note 7 membuat para investor khawatir kasus ini akan merusak reputasi Samsung.

Selain itu, kasus ini juga membuat Samsung gagal memanfaatkan waktu peluncuran yang lebih cepat untuk mengalahkan pesaingnya, Apple, yang baru saja mengeluarkan iPhone 7 minggu lalu.

"Saat seseorang hendak membeli ponsel, mereka akan membeli iPhone 7 dan bukannya Galaxy Note 7," kata analis Bernstein, Mark Newman. Dia juga mengingatkan, Samsung meluncurkan Galaxy Note 7 terlebih dulu dari iPhone 7 dan mendapatkan review yang lebih baik.

Sekitar 10 hari yang lalu, Samsung mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penjualan Galaxy Note 7 dan akan menarik 2,5 juta perangkat yang telah beredar di seluruh dunia. Para analis memperkirakan, ongkos yang Samsung keluarkan untuk penarikan ulang ini mencapai ratusan juta dollar.

Namun, pertanyaan yang lebih besar adalah berapa lama kasus Galaxy Note 7 ini akan mempengaruhi Samsung? Terutama karena hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu, valuasi Samsung telah turun USD25 miliar.

"Jika mereka tidak cepat menangani kasus ini dan membiarkannya berlarut-larut, akan semakin banyak berita buruk yang muncul, hal ini dapat merusak reputasi mereka atau bahkan hasil penjualan smartphone mereka tahun depan," kata Newman.

"Ketakutan membuat saham Samsung menurun."

Namun, dia memperkirakan, kasus ini akan terlupakan dalam waktu beberapa bulan. "Dalam jangka panjang, Samsung adalah merek yang kuat dengan produk yang bagus. Sebagian besar produk mereka tidak meledak."

Dia merasa, saat ini, Samsung berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan masalah ini. Respons Samsung terbilang cepat jika dibandingkan dengan reaksi perusahaan manufaktur komponen mobil asal Jepang Takata, terkait airbag yang meledak.


(MMI)

Video /