Facebook Pamer Data Center di Swedia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 30 Sep 2016 15:54 WIB
facebook
Facebook Pamer Data Center di Swedia
Data center Lulea. (Facebook / Mark Zuckerberg)

Metrotvnews.com: Ada dua masalah utama yang dihadapi oleh perusahaan teknologi menyangkut data center.

Pertama, terkait suhu; bagaimana mereka dapat memastikan data center tetap dingin. Kedua adalah masalah konsumsi energi. Masing-masing perusahaan memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah ini. 

Google menggunakan AI atau kecerdasan buatan untuk memangkas ongkos, sementara Microsoft mencoba membuat data center di bawah air. Bagi Facebook, memecahkan masalah suhu cukup sederhana: bangun data center di negara yang memiliki iklim dingin, seperti Swedia.

Data center Lulea milik Facebook terletak di utara Swedia, 70 mil (112 km) dari Lingkar Artik. Menurut The Verge, data center tersebut dibangun Facebook beberapa tahun lalu. Namun, tampaknya ia masih menjadi kebanggaan CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Zuckerberg baru saja membagikan lusinan gambar dari data center Lulea. Dia berkata, dia ingin memamerkan "beberapa foto langka yang menunjukkan teknologi tercanggih yang dibangun oleh Facebook di seluruh dunia."

Inilah beberapa gambar yang dia bagikan.



"Saya suka gambar ini karena ia terlihat seperti sebuah film sci-fi," tulis Zuckerberg.

Teknisi, Emilie De Clercq.



Teknologi yang digunakan pada data center Lulea canggih, dan ia terlihat sangat "dingin" jika dibandingkan dengan data center Google. Data center Google memiliki pipa-pipa penuh warna sementara Lulea didominasi warna abu-abu dan biru.

Data center seperti Lulea merupakan mesin penggerak ekonomi digital yang baru. Ia mungkin tidak terlihat menonjol seperti pabrik-pabrik yang menjadi ikon era industri di abad ke-19, tapi, ke depan, estetika minimalisnya mungkin juga akan menjadi ikonik.

Inilah post lengkap dari Zuckerberg.




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.