Cara Hadapi Masalah Logistik pada Harbolnas

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 29 Nov 2016 17:13 WIB
e-commerce
Cara Hadapi Masalah Logistik pada Harbolnas
Guillaume Parain (tengah) dan Gunardi (kanan).

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari Belanja Online Nasional yang jatuh pada tanggal 12 Desember identik dengan naiknya jumlah kunjungan ke situs yang juga diiringi dengan naiknya jumlah transaksi pembelian. Masalah yang timbul karena banyaknya jumlah transaksi adalah bagian logistik yang kesulitan untuk mengantarkan semua barang pesanan pelanggan. 

Dalam acara workshop Harbolnas yang diadakan di Artotel, Selasa (29/11/2016), Guillaume Parain, SVP Operations Lazada, menjelaskan, salah satu cara yang dilakukan Lazada untuk memastikan bahwa pengiriman barang pesanan tidak terlambat adalah dengan menambah jumlah pekerja.

"Kami menambah jumlah pekerja, jumlah motor, jumlah truk, dan jumlah waktu kerja," kata Parain. Selain itu, dia menambahkan, Lazada juga menjadi lebih sering melakukan pengambilan barang dari gudang mereka. Jika biasanya setiap hari mereka hanya mengambil barang ke gudang satu kali, saat Harbolnas maka mereka dapat melakukan pengambilan barang hingga 3 kali.

"Untuk mempercepat proses pengiriman barang, kami juga menyediakan hub sementara, hub kecil yang dapat menjadi tempat bagi kami untuk menyortir dan mengirimkan barang," ujarnya. "Dengan begitu, kami dapat mengantarkan semua barang."

Pada hari biasa, Parain menyebutkan, salah satu masalah yang ada di bidang logistik adalah ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi. "Mereka ingin barang pesanannya diantarkan dengan lebih cepat atau diantarkan ke kantor atau ke rumah pada waktu tertentu," ujarnya.

Sementara itu, CEO Lion Parce, Gunardi menyebutkan, metode COD (Cash On Delivery) menawarkan tantangan tersendiri untuk pelaku industri kurir, meski Parain mengatakan, menambahkan metode pembayaran COD terbukti meningkatkan jumlah transaksi yang terjadi. Gunardi merasa, ada beberapa masalah baru yang harus diantisipasi saat melakukan COD, seperti keamanan kurir di jalan.

"Misalnya dalam satu hari, satu kurir mengirimkan 10 barang, jika yang meminta untuk melakukan COD sekitar 8 - 9 orang, maka uang cash yang dia pegang besar, itu jadi godaan untuk kurir," ujar Gunardi. Selain itu, dia menyebutkan, saat membayar menggunakan cash, maka pelanggan dapat memberikan uang lebih yang dapat menjadi tips bagi sang kurir.

Ke depan, dia berharap akan ada teknologi/metode yang lebih baik untuk melakukan COD sehingga kurir tidak akan mendapatkan kelebihan uang.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

2 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /