Incredible Intelligence 2018

Melihat Strategi ASUS untuk Pasar Komponen Asia Tenggara

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 25 Oct 2018 22:12 WIB
asushardware
Melihat Strategi ASUS untuk Pasar Komponen Asia Tenggara
Ajang ASUS Incredible Intelligence 2018

Kuala Lumpur: Industri komponen PC dinilai tidak punya gairah. Dari segi penjualan, produk tersebut memang tiak layar jika diadu dengan smartphone dan notebook yang cenderung meningkat.

Namun, ASUS melihat tren penjualan komponen tidak mengalami penurunan. Hal ini disampaikan pihak ASUS dalam wawancara terbatas dengan beberapa wartawan.

“Untuk Asia Tenggara dan Indonesia, pasar PC dan DIY cenderung stabil,” kata Jackie Hsu, ASUS Corporate Vice President and General Manager, Worldwide Sales - Open Platform Business Group.

“Dari segmen gaming selalu ada peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tren positif ini bisa membantu segmen lain yang trennya tidak sama. Bisa mempertahankan dan menambah pendapatan.” DIY di sini mengacu pada produk komponen seperti motherboard dan VGA.

Jackie juga menilai bahwa tren pasar akan terus positif. Namun, ASUS juga punya tantangan lainnya, yaitu kompetitor yang juga menunjukkan tren yang sama. Ia menyebutkan bahwa mereka menggunakan strategi baru.

“Kita buat sesuatu yang berbeda. Jika dilihat jajaran motherboard yang dirilis, kami mengujinya ribuan kali, untuk memastikan kualitasnya.” Selain itu, jajaran motherboard ASUS dinilai memiliki tingkat kompatibilitas memori tertinggi.

“Masalah kompatibilitas memori biasanya muncul karena desain motherboard yang berbeda, walaupun slot RAM standar.” Perbedaan desain sirkuit juga membuat masalah kompatibilitas. ASUS mengklaim mereka tidak punya masalah dengan hal ini.

Strategi ‘menawarkan sesuatu yang berbeda’ juga ASUS terapkan pada jajaran motherboard Intel Z390 yang belum lama meluncur ke pasar global. ASUS menanamkan satu fitur terbaru AI Overclocking, yang akan meningkatkan performa prosesor dengan prediksi seakurat mungkin. 

“Teknologi ini juga bisa menggoda konsumen baru untuk mencobanya,” pungkas Jackie.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.