Tren Transaksi Non-Tunai akan Naik

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 13 Nov 2018 17:32 WIB
e-commerce
Tren Transaksi Non-Tunai akan Naik
Ilustrasi.

Jakarta: Jumlah pembelian pada Singles Day naik. Menurut AppsFlyer, jumlah pembelian naik 75 persen pada 2017 jika dibandingkan dengan 2016.

Jumlah barang yang dibeli juga mengalami kenaikan 80 persen per transaksi. Sementara jumlah pemasangan aplikasi naik 65 persen, baik secara organik atau karena kegiatan pemasaran.

Perangkat mobile memiliki peran penting dalam naiknya angka penjualan. Sembilah puluh persen total transaksi Alibaba didorong oleh perangkat mobile. Angka ini naik dari 82 persen pada 2016 dan 74 persen pada 2015.

Di Indonesia, tingkat adopsi metode pembayaran non-tunai mulai naik sejak Bank Indonesia menggalakkan pembayaran gerakan non-tunai nasional pada 2014. Faktor lainnya yang meningkatkan adopsi pembayaran cashless adalah naiknya penetrasi smartphone.

Tidak heran, mengingat banyak penyedia layanan yang memberikan keuntungan -- seperti diskon atau cashback -- ketika pengguna menggunakan metode pembayaran non-tunai. Pada tahun lalu, terdapat lebih dari 940 juta transaksi e-money dengan nilai Rp12.375 miliar.

Ke depan, kemungkinan tingkat adopsi pembayaran non-tunai masih akan terus naik. Keberadaan alat pembayaran seperti Alipay dan Go-Pay dapat mendorong peningkatan tingkat adopsi, meski uang tunai masih akan digunakan di beberapa bagian.

Terkait kesetiaan konsumen, Ronen Mense, President dan Managing Director, Asia Pasifik, AppsFlyer mengatakan bahwa konsumen yang setia pada satu layanan e-commerce mamang jarang.

"Namun, kami menemukan bahwa biasanya, ada peningkatan 33 persen dalam loyalitas para pengguna yang mengunduh pada Singles Day atau 11/11, dengan tingkat retensi pada hari ke-30 sebesar 8 persen," katanya.


Ronen Mense, President dan Managing Director, Asia Pasifik, AppsFlyer. 

Biasanya, ada beberapa alasan yang mendorong pengguna untuk menggunakan e-commerce lain. Salah satu hal yang bisa pelaku e-commerce lakukan untuk membuat pengguna setia adalah memberikan pengalaman omni-channel yang mulus.

"Khusus untuk pemasar mobile, retensi mobile semakin menantang dengan pasar aplikasi yang menjadi semakin kompetitif," kata Mense.

"Faktor-faktor seperti pengelaman pengguna dan pembaruan aplikasi secara berkala dapat meningkatkan keterlibatan pengguna dan meningkatkan peluang untuk membangun basis konsumen yang loyal."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.