Dokumen Paten Apple Kombinasikan Dua Teknologi

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 20 Dec 2018 10:27 WIB
apple
Dokumen Paten Apple Kombinasikan Dua Teknologi
Dokumen paten Apple mengombinasikan fitur Face ID dan Touch ID pada iPhone yang sama.

Jakarta: Model Apple iPhone selanjutnya diperkirakan akan berbekal fitur keamanan biometrik ganda, yang diungkapkan oleh European Patent Office (EPO). Dokumen paten yang didaftarkan oleh Apple menampilkan penggunaan Face ID dan Touch ID di iPhone yang sama.

Sebagai informasi, iPhone yang dirilis pada tahun 2018 hanya berbekal satu fitur keamanan keamanan biometrik yaitu Face ID.

Berdasarkan ilustrasi yang mendampingi dokumen paten, pengguna iPhone yang tidak dapat melakukan verifikasi via Face ID akan disarankan untuk mencoba kembali, atau menggunakan Touch ID.

Jika kedua metode ini gagal, ponsel akan meminta pengguna untuk mengetikan kode sandi. Apple menggunakan desain iPhone model lama sebagai ilustrasinya pada dokumen paten tersebut, dilakukan Apple untuk mencegah kebocoran desain terbaru iPhone yang tengah dikembangkannya.

Karena dokumen ini merupakan paten untuk utilitas, desain iPhone yang digunakan di gambar tidak harus presisi.

Riwayat paten ini didaftarkan sebelum tanggal perilisan iPhone X, memberikan Apple alasan untuk memamerkan ponsel dengan tombol Touch ID di bagian bawah bezel.

Jika Apple menawarkan Face ID dan Touch ID pada iPhone karyanya di masa mendatang, perangkat ini diperkirakan akan berbekal sensor pemindai sidik jari di layar. Namun, masih belum tersedia informasi terkait rencana Apple untuk mewujudkannya di iPhone terbaru atau membuang ide ini.

Dokumen paten dengan judul Face Enrollment And Authentication, awalnya didaftarkan pada bulan September 2017, dan berurusan dengan permasalahan dan regulasi terkait cara pendaftaran dan menggunakan Face ID.

Sementara itu, dokumen aplikasi ini telah terdaftar dengan nomor dokumen WO2018226265.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.