Disney Bikin Layanan Sendiri, Netflix tak Masalah

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 10 Nov 2018 10:11 WIB
walt disneynetflix
Disney Bikin Layanan Sendiri, Netflix tak Masalah
Co-founder & CEO Netflix Reed Hastings

Jakarta: Netflix mengaku tak masalah ketika salah satu partner lama mereka, Disney, berpisah dan menciptakan layanan streaming sendiri.

Hal ini diungkapkan Co-founder dan CEO Netflix Reed Hastings. Disney memang telah mewacanakannya, dan menargetkan layanan mandirinya tersedia mulai tahun depan. Rencananya, nama layanan tersebut adalah Disney+.

“Saya rasa mereka akan punya layanan yang bagus,” kata Reed. “Kita sudah lama menjalin kerja sama dengan Disney. Saya senang nantinya kita punya teman. Ini juga akan menguntungkan konsumen.”

Ia melihat bahwa Disney yang masuk ke layanan streaming secara mandiri akan meningkatkan kualitas layanan lainnya yang sudah ada. Dengan begitu, pasar makin kompetitif.

Selain Netflix, sudah ada layanan lain dengan pasar yang sama. Sebut saja Amazon Prime Video, dan pemain dari Asia Tenggara seperti iflix.

Bertambahnya pemain baru dalam industri ini diklaim akan menuntu kreativitas yang lebih baik. Tidak hanya dari segi konten, kompetisi ini juga akan berdampak pada harga dan fitur yang ditawarkan.

Netflix dan Disney sudah lama menjalin kerja sama dalam menggarap konten spesial. Beberapa seri dari Marvel yang hadir secra eksklusif adalah Daredevil, Jessica Jones, Iron Fist, Black Lightning, The Punisher, dan Luke Cage.

Semua jagoan ini menyediakan kisah dengan sudut pandang menarik, bagaimana menjalani kehidupan sebagai superhero, yang tidak punya kekuatan sehebat tim Avenger.

Dalam kesempatan terpisah, CEO Disney telah mengumumkan kehadiran layanan streaming film mandiri bernama Disney+.

Layanan ini akan menampilkan berbagai serial film anyar yang masuk dalam Marvel Cinematic Universe dan Star Wars. Selain itu, berbagai film yang sudah pernah digarap dan dipegang Disney juga akan hadir.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.