Optimisme di Industri PC, Intel Prediksi Peningkatan Pendapatan per Kuartal

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 19 Sep 2016 13:26 WIB
intel
Optimisme di Industri PC, Intel Prediksi Peningkatan Pendapatan per Kuartal
Intel optimis pendapatan per kuartalnya akan naik. (AFP PHOTO / Rémy GABALDA)

Metrotvnews.com: Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 2 tahun, perkiraan pendapatan Intel per kuartal naik, seiring dengan para pemasok yang kembali mengisi gudang mereka setelah permintaan akan PC meningkat.

Di hari Jumat, saham Intel naik 4,1 persen menjadi USD38.05 (Rp500 ribu), yang merupakan nilai saham tertinggi Intel selama lebih dari 15 tahun. Intel, salah satu perusahaan yang mendorong industri PC tumbuh, selama beberapa tahun ini mengalami kesulitan karena konsumen kini mulai menggunakan perangkat mobile sebagai pengganti PC.

Menurut Reuters, penjualan Intel di industri PC menurun 3 persen menjadi USD7.3 miliar (Rp96 triliun) di kuartal lalu. Untungnya, permintaan akan PC mulai kembali pulih. Bulan lalu, HP Inc berkata bahwa penghasilan mereka di bisnis komputer pada kuartal ketiga naik 7,5 persen jika dibandingkan kuartal kedua berkat naiknya penjualan notebook.

Analis FBN Securities, Shebly Seyrafi berkata, komentar dari Intel dan HP menunjukkan bahwa industri PC belum mati seperti yang diperkirakan oleh orang-orang. Sementara itu, di bulan Juli, perusahaan riset IDC berkata, penurunan pengiriman PC di kuartal kedua tidak seburuk yang diperkirakan, yang diperkuat dengan penjualan di Amerika Serikat, yang didorong oleh penjualan Chromebook.

"Kami memperkirakan, penurunan penjualan PC akan kurang dari yang diperkirakan, didorong oleh upgrade Windows 10, meningkatnya adopsi SSD dan adanya desain baru," kata analis Baird Equity Research, Tristan Gerra.

Pada hari Jumat, Intel berkata, mereka memperkirakan penghasilan mereka di kuartal 3 mencapai USD15.6 miliar (Rp205 triliun), dengan kurang atau lebih sebesar USD300 juta (Rp4 triliun). Sebagai perbandingan, perkiraan pendapatan Intel sebelum ini adalah USD14.9 miliar (Rp196 triliun) dengan kurang lebih sebesar USD500 juta (Rp6,6 triliun).

Menurut data Thomson Reuters, pendapatan itu merupakan pendapatan per kuartal tertinggi untuk Intel. Sementara itu, menurut Thomson Reuters I/B/E/S, para analis memperkirakan pendapatan Intel mencapai USD14.9 miliar (Rp196 triliun).


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

2 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /