Endless OS Ajak Komunitas Lokal Ciptakan OS Berdampak Sosial

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 01 Nov 2017 16:17 WIB
software and technology
Endless OS Ajak Komunitas Lokal Ciptakan OS Berdampak Sosial
(kiri ke kanan) Michael Hall, Community Manager Endless Computers, Nuritzi Sanchez, Ecosystem Team Manager Endless Computers, Ahmad Haris, Endless Ambassador, Septira Taruna, Country Operations - Indonesia Endless Computers, dan D. Yacob, Endless Ambassa

Metrotvnews.com, Jakarta: Endless Computers, pencipta sistem operasi gratis Endless OS ingin sistem operasinya tidak hanya menawarkan layanan cuma-cuma. Mereka ingin sistem operasi mereka memiliki lebih baik lagi dan bisa membawa dampak sosial.

Ditemui di Artotel Jakarta, Community Manager Endless Computers, Michael Hall menuturkan bahwa mereka ingin sistem operasi menjadi sempurna bukan agar bisa bersaingan dengan sistem operasi berbayar yang sudah ada, melainkan bisa menghasilkan dampak sosial.

"Dampak sosial yang kami maksud adalah orang tetap bisa menggunakan komputer mereka yang tidak canggih sekali, atau justru model untuk kebutuhan komputasi. Caranya yakni menciptakan sistem operasi ringan yang mampu memyediakan seluruh fitur yang dibutuhkan penggunanya," tutur Michael.

Pengguna yang disasar oleh Endless Computers dengan Endless OS sendiri adalah masyarakat di pelosok Indonesia yang belum terjamah perangat komputer dan koneksi internet. Endless OS memiliki keunggulan yakni sistem operasi ringan yang tanpa terhubung dengan internet seluruh fitur dan software tetap bisa dipergunakan.

Ecosystem Team Manager Endless Computers, Nuritzi Sanchez memahami, bermodalkan itu gratis dan fitur lengkap yang bisa dipergunakan tanpa terhubung internet saja tidak akan cukup membuat sistem oerasi Endless OS dieprgunakan oleh masyarakat di Indonesia.

"Kebanyakan dari mereka pasti akan melakukan penolakan, bukan karena sistem operasi Endless kurang optimal tetapi ketika ada sesuatu yang berbeda dan tidak biasa dipergunakan maka orang Indonesia akan menolak menggunakannya. Satu-satunya hal yang menurut kami bisa membuat Endless OS diminati adalah dengan merekrut komunitas lokal untuk memberikan kepada kami insight yang dinginkan dan dibutuhkan oleh pengguna di Indonesia," jelas Sanchez.

Komunitas lokal yang diajak oleh tim Endless Computers nantinya akan disebut sebagai Endless Ambassador. Michael menegaskan bahwa pemahaman 'ambassador' disini bukan berarti sebagai sosok yang mempopulerkan Endless OS, melainkan sebagai komunitas lokal yang ikut mengembangkan sistem operasi Endless yang sesuai untuk Indonesia.

"Jadi program ini nantinya akan bergulir di berbagai negara diutamakan negara berkembang dimana kehadiran teknologi dan internet belum cukup merata. Setiap ambassador akan kita berikan dukungan untuk menggelar acara komunitas yang berkaitan dengan pengembangan Endless OS" ujar Michael.

Pihak Endless Computers berharap dengan adanya bantuan dari komunitas lokal mereka bisa mendapatkan insight yang lebih mendalam tentang sistem operasi yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.