Mantan CEO Uber Buat Badan Permodalan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 08 Mar 2018 13:03 WIB
uberstartup
Mantan CEO Uber Buat Badan Permodalan
Mantan CEO Uber, Travis Kalanick. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / JUSTIN SULLIVAN)

Jakarta: Travis Kalanick mengumumkan bahwa dia akan membuat badan permodalannya sendiri. Melalui Twitter, mantan CEO Uber itu menyebutkan bahwa dia telah memikirkan apa yang akan dia lakukan selama beberapa bulan belakangan. 

Untuk itu, dia telah menanamkan investasi di berbagai perusahaan dan lembaga nirlaba lalu kini dia membuat badan permodalan untuk mengatur dana yang telah dia tanamkan tersebut.

Kalanick menyebutkan, badan yang dia namai 10100 -- dibaca ten one hundred -- ini akan fokus pada "penciptaan lapangan kerja massal" dengan menanamkan investasi di e-commerce, real estat dan teknologi baru di Tiongkok dan India, lapor Recode

Setelah menjual hampir sepertiga dari sahamnya ke SoftBank Capital, Kalanick memang memiliki dana yang cukup untuk menanamkan investasi di berbagai perusahaan. Saat ini, Kalanick telah menjadi anggota dewan dari dua perusahaan, yaitu Uber dan Kareo, startup medis tempatnya menanamkan investasi sebagai angel investor

Pada bulan Juni lalu, Kalanick dipaksa untuk mengundurkan diri sebagai CEO Uber, perusahaan yang dia bantu dirikan sembilan tahun lalu. Selama dia menjabat sebagai CEO Uber, Kalanick disalahkan karena membangun budaya perusahaan yang beracun, yang pada berujung pada berbagai skandal yang melanda Uber pada 2017. 

Selama dia memimpin Uber, lapor CNET, perusahaan telah dituduh atas berbagai tuduhan, mulai dari pelecehan seksual, pencurian rahasia perusahaan pengembang mobil otonom lain sampai mengembangkan alat untuk menghindari polisi. 

Hingga saat ini, Kalanick masih menjadi anggota dewan di Uber. Namun, setelah konsorsium yang dipimpin oleh SoftBank membeli 20 persen saham di Uber, posisi Kalanick di Uber melemah. Sebagai bagian dari perjanjian itu, Kalanick mendapatkan hampir USD1,4 miliar (Rp19,3 triliun), yang memungkinkannya untuk menanamkan saham di berbagai perusahaan. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.