Hitachi Vantara Kenalkan Sistem Manajemen Berbasis Pembelajaran Mesin

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 10 Mar 2018 20:22 WIB
corporate
Hitachi Vantara Kenalkan Sistem Manajemen Berbasis Pembelajaran Mesin
Ilustrasi machine learning.

Jakarta: Hitachi Vantara menawarkan solusi machine learning untuk membantu ilmuwan data mengamati, menguji, melatih serta memperbarui model produksi.

Teknologi ini oleh Hitachi Vantara disebut Machine Learning Model Management, diklaim dapat digunakan dalam saluran data yang dibangun pada layanan Pentaho untuk meningkatkan hasil bisnis sekaligus mengurangi risiko yang hadir saat memperbarui model.

Model machine learning yang berperan dalam masa produksi harus dipantau, diuji, dan diatih ulang terus menerus sebagai respons terhadap perubahan. Kurangnya pembaruan membuat keteatan prediksi memburuk sehingga mempengaruhi profitabilitas bisnis berbasis data.

"Menurut penelitian kami, dua pertiga organisasi tidak memiliki proses otomatis untuk memperbarui model analisis prediktif mereka dengan lancar. Model yang sudah ketinggalan zaman dapat menciptakan risiko yang signifikan bagi organisasi," ungkap SVP & Research Director, Ventana Research David Menninger.

Dalam menyediakan solusi dari keperluan pelanggannya, Hitachi memperkenalkan pengelolaan model data science terbaru yang meningkatkan proses penempatan machine learning di tiga area. Pertama adalah mempercepat proses model masuk ke dalam produksi.

Langkah-langkah orkestrasi machine learning yang baru akan mendukung keahlian data dan fitur. Langkah-langkah ini mengevaluasi model dan meningkatkan keakuratannya menggunakan data produksi asli sebelum siap disebarkan.

Kedua, memaksimalkan keakuratan model dalam masa produksi. Setelah model diproduksi, ketepatannya biasanya menurun karena data produksi baru berjalan di dalamnya. Untuk menghindari hal tersebut, beberapa evaluasi statistik baru membantu mengidentifikasi model yang terdegradasi.

Selanjutnya, ketiga adalah berkolaborasi dan mengatur operasi model pada skala. Kemampuan baru dari Hitachi Vantara ini mendorong kolaborasi, menyediakan jalur data (data lineage) dari langkah-langkah model, visibilitas sumber data dan fitur untuk model.

"Machine learning dan Artificial Intelligence (AI) mengoptimalkan segalanya, mulai dari interaksi dengan pelanggan hingga operasi perusahaaan. Aplikasi-aplikasi ini berevolusi, ilmuwan data dan tim operasi TI perlu memindahkan model-model yang baru dilatih ke dalam produksi lebih cepat dari sebelumnya, yang dapat menghilangkan akurasi, tahap kolaborasi dan governance," jelas VP, Product Marketing, Hitachi Vantara John Magee.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.