ISS Bakal Jadi Perusahaan Swasta?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Feb 2018 16:37 WIB
antariksa
ISS Bakal Jadi Perusahaan Swasta?
AS dikabarkan tertarik untuk menjadikan ISS sebagai perusahaan swasta. (NASA)

Jakarta: Pada Januari, pemerintahan Trump mempersiapkan diri untuk berhenti menyokong tasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2025.

Kini, pemerintahan Trump dikabarkan tertarik untuk menjadikan ISS sebagai perusahaan swasta, lapor The Washington Post yang telah melihat dokumen internal NASA. 

Menurut dokumen tersebut, keputusan untuk melakukan privatisasi ISS berarti stasiun tersebut tetap bisa mengudara pada 2025. Namun, menyerahkan kendali atas ISS pada swasta bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

The Verge melaporkan, Gedung Putih akan meminta analisis pasar dan rencana bisnis dari sektor swasta dan rencana dari industri komersil. Memang, selama beberapa tahun belakangan, AS seolah tak bisa menentukan langkah yang akan mereka ambil terkait ISS.

Pada 2014, pemerintahan Obama dan Kongres mengucurkan dana untuk ISS hingga 2024. Namun, setelah itu, masih belum diketahui nasib dari ISS. Ide untuk menjadikan ISS sebagai perusahaan swasta muncul tahun lalu. 

Namun, seperti yang disebutkan oleh Engadget, masih belum diketahui bagaimana cara privatisasi ISS ini akan bekerja. Kemungkinan, akan ada banyak pihak yang menentang rencana tersebut.

ISS dibuat sebagai kolaborasi antara beberapa pemerintah negara, termasuk pemerintahan AS. Bagaimana bisa AS memprivatisasi ISS ketika ada pemerintahan negara lain yang juga memiliki kepentingan dengan ISS?

Meskipun Gedung Putih dan bos baru NASA mendukung rencana privatisasi ini, politikus kemungkinan akan menentangnya karena dianggap sebagai investasi yang sia-sia dan juga dapat mengancam pengaruh AS dalam dunia ekonomi dan sains. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.